oleh

Tahun Ini Wakatobi Terima 603 Bantuan Perumahan

Wakatobi, HarapanSultra.COM | Masyakarat kabupaten Wakatobi, provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2019 ini mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 603 unit yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya berkisar 9 milyar, bantuan stimulan perumahan swadaya di Wakatobi tahun ini menelan anggaran 10,5 Milyar yang diperuntukan baik berupa pembangunan rumah baru sebanyak 50 unit maupun peningkatan kwalitas dari rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni sebanyak 553 unit.

Dari 50 unit pembangunan rumah baru program BSPS tersebut diantaranya 10 unit di kelurahan Wandoka Selatan Kecamatan Wangi-wangi, desa Ambeua raya kecamatan Kaledupa sebanyak 20 unit dan di desa Tanomeha Kecamatan Kaledupa selatan sebanyak 20 unit. Sedangkan 553 untuk bantuan perumahan dari tidak layak huni menjadi layak huni tersebar di keluran dan desa yang ada di kabupaten Wakatobi.

Mengingat Program ini bersentuhan langsung kepada masyarakat, Bupati Wakatobi, Arhawi bersama sejumlah kepala Organiasasi Pimpinan Daerah (OPD) pada Minggu (8/09/2019) bertolak dari Wangi-wangi ke Kaledupa guna memberikan bantuan secara simbolis.

Penyerahan bantuan melibatkan pihak dari krcamatan dan Bank BTN

Dari tangan Arhawi, penduduk kaledupa yang menerima bantuan BSPS mendapatkan anggara masing-masing berjumlah 35 juta disaksikan camat Kaledupa, Ruslim dan Camat Kaledupa selatan, La salama. Bantuan ini akan diberikan oleh bank BTN sebagai penyalur dalam bentuk barang.

“Saya harapkan kepada bank penyalur bantuan ini agar mempermudah pencairan dana agar masyatakat tidak lagi ke Baubau, “harap Arhawi.

Selain itu, Arhawi mengatakan pemberian bantuan perumahan ini merupakan sinergitas dari setiap OPD yang ada dikabupaten Wakatobi. Meski demikian dirinya berharap, Program setiap OPD tidak lagi mengalami tumpang tindih.

Dalam kesempatan itu Arhawi menyinggung soal penggunaan uang daerah agar dapat ketahui oleh masyarakat. Diungkapkan, dari kurang lebih 1 triliun uang daerah sebagian besar merupakan dana alokasi umum sebesar 600 milyar lebih.

“Ada sekitar 600 lebih dana alokasi umum di 2019 yang kita miliki, dari 600 itu telah serap sebanyak 300 milyar dari dana itu juga kita alokasikan ke ADD. Selain itu pada tahun 2019 kelurahan telah mendapatkan alokasi anggaran belum lagi ada kewajiban pemda sesuai permendikbud untuk anggaran pendidikan sebesar 20 persen termasuk anggaran kesehatan sebesar 10 persen,”terangnya.

Besarnya ADD yang digelontorkan untuk pembiayaan berbagai program pemerintah desa diharapkan agar dapat dibuat sesuai dengan potensi yang di miliki sehingga dapat mewujudkan visi misi daerah.

“Yang memiliki potensi perikanan agar membuat program berbasis perikanan, begitupun yang berpotensi dalam bidang pertanian, maupun potensi pariwisata hal itu agar pemerintah kabupaten tinggal mendorong dari sisi mana bisa dibantu,”tukasnya.(adm)

Laporan ; Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA