oleh

Abil–Wulandari Resmi Maju Pimpin BEM FKIP UHO

-POLITIK-177views

Kendari, Harapansultra.COM | — Kristian Abil Kornelis, mahasiswa asal Kabupaten Bombana, resmi menyatakan maju sebagai calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo bersama wakilnya, Wulandari Safitry dari Buton Utara. Kehadiran keduanya menambah dinamika kontestasi mahasiswa di FKIP UHO yang mulai menghangat jelang pemilihan organisasi kemahasiswaan periode 2026–2027. (Kendari, Minggu 30 November 2025)

Abil dikenal sebagai figur muda yang aktif dan memiliki rekam jejak organisasi yang panjang. Ia pernah mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Sriwijaya dan dipercaya memimpin sejumlah kegiatan di sana. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membawa BEM FKIP UHO ke arah yang lebih progresif, responsif, dan inklusif.

Deno, mahasiswa Politeknik Bombana yang juga rekan dekat Abil, menyampaikan pandangan pribadi mengenai kapasitas sang calon ketua. “Abil adalah sosok yang terbentuk dari pengalaman, kerja keras, dan ketulusan untuk memajukan mahasiswa. Dia bukan hanya pemimpin di atas kertas, tetapi pemimpin yang hadir, mendengar, dan bekerja bersama,” ujar Deno.

Menurutnya, Abil memiliki kecerdasan sosial, keberanian menyampaikan gagasan, dan kemampuan merangkul banyak pihak. “Saya melihat langsung bagaimana dia memegang amanah di berbagai organisasi. FKIP UHO butuh pemimpin seperti dia,” tambahnya.

Sosok Abil, mahasiswa asal Bombana yang siap menawarkan perubahan di FKIP UHO.
Sosok Abil, mahasiswa asal Bombana yang siap menawarkan perubahan di FKIP UHO.

Dalam pencalonannya, Abil membawa visi: “Menjadikan BEM FKIP UHO sebagai lembaga yang berpartisipasi aktif dalam pergerakan mahasiswa dan menjadi pusat temu aspirasi yang progresif, edukatif, responsif, serta kolaboratif demi mewujudkan FKIP UHO yang unggul dan berdaya saing.”

Visi tersebut diperkuat dengan empat misi utama: memberi ruang luas bagi mahasiswa untuk berperan aktif, memperkuat advokasi berbasis data, membangun sinergi dengan berbagai lembaga, serta mendorong peningkatan prestasi dan pengabdian masyarakat.

Pasangan ini juga mengusung slogan kampanye “RANGKUL — Rangkai Aspirasi, Nyatakan Gagasan, Kokohkan Persaudaraan, Lestari Toleransi.” Abil menyebut slogan itu sebagai napas kepemimpinan inklusif yang ingin ia hadirkan di lingkungan FKIP UHO.

Rekam jejak Abil terbilang panjang. Selain aktif dalam PMM Universitas Sriwijaya, ia juga memegang sejumlah jabatan strategis di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kendari, mulai dari Kepala Bidang Aksi dan Pelayanan hingga Ketua Panitia Konferensi Cabang 2025. Pengalaman tersebut menunjukkan kemampuannya bekerja dalam lingkungan multikultural dan mengelola organisasi secara profesional.

Kehadiran Abil dan Wulandari dalam bursa pemilihan BEM FKIP UHO mendapat respons positif dari sejumlah mahasiswa. Mereka dinilai sebagai duet yang mampu membawa penyegaran dan arah baru dalam gerakan mahasiswa di fakultas pendidikan tersebut.

Kontestasi diprediksi berlangsung kompetitif, namun Abil dianggap memiliki modal kuat melalui pengalaman organisasi, gagasan jelas, serta jaringan dukungan yang luas. Banyak mahasiswa menilai pasangan ini berpotensi mendorong FKIP UHO menjadi lebih terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing.

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA