oleh

Andi Ira Anggraeni tegaskan Kasus di Desa Watumelomba itu HOAX

Bombana, HarapanSultra.COM | Proses vaksinasi di Kabupaten Bombana sudah memasuki tahap ke sembilan, usaha yang serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dalam hal ini Dinas Kesehatan dalam mewujudkan Herd imunity atau kekebalan kelompok di Akhir Desember masih saja mendapatkan tantangan di lapangan, baik itu warga yang menolak untuk di vaksinasi sampai menyebarnya berita berita HOAX tentang efek dari vaksin ini.

Seperti salah satu contoh kasus berita Hoax yang terjadi di Desa Watumelomba, Kecamatan Tontonunu bahwa ada yang warga yang telah melaksanakan vaksinasi langsung stroke membuat sebagian warga percaya sehingga banyak warga yang akhirnya tidak mau untuk di vaksin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana Andi Ira Anggraeny dengan tegas mengatakan bahwa semua itu adalah hanya berita HOAX yang menyesatkan saja.

“Itu di Desa Watumelomba dari awal tidak ada orang lumpuh atau stroke karena di vaksin, berdasarkan laporan orang tua tersebut pada saat datang ke tempat Vaksinasi memang sudah mempunyai penyakit kram kram kakinya, dokter bahkan menyarankan untuk menunda akan tetapi orang tua tersebut memaksakan untuk di vaksin, sehingga pada akhirnya di vaksin,” Jelas Andi Ira, Jum’at (12/11/2021)

Andi Ira juga menambahkan bahwa berdasarkan laporan Surveilans KIPI yang masing-masing ada di 22 Puskesmas tidak ada laporan tentang KIPI yang serius, yang ada hanya Laporan KIPI Non serius seperti demam atau pegal.

“Jadi saya tegaskan bahwa ada yang lumpuh atau stroke setelah di vaksinasi di Desa Watumelomba itu hanya lah HOAX, saya mengharapkan Masyarakat agar bijak dalam menghadapi hal ini,” tegas Perempuan berhijab ini.

Pewarta : Muh. Adnan

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA