oleh

ARF Nilai IPM di Sultra Lebih Buruk di banding Nasional.

Bombana, Harapan Sultra. COM | Calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Partai Golongan Karya Nomor Urut 4 Dapil Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdul Rahman Farisi (ARF) menilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sultra sangat rendah dibandingkan IPM nasional.

Menurut ARF terdapat tiga indikator IPM yang gagal di genjot disultra sejak kemerdekaan bahkan setelah Otonom, diantaranya pendidikan, kesehatan, dan Daya Beli masyarakat.

“IPM kita sangat buruk karena ketiga Indikator pembangunan yakni pendidikan, kesehatan dan daya beli mesyarakat tidak pernah digenjot oleh pemerintah,” tuturnya kepada jurnalis Harapansultra.com saat melakukan kunjungan di Bombana pada Minggu malam (18/11/2018).

Pengamat Ekonomi Kawasan Indonesia Timur itu membeberkan, tingkat kemiskinan Sultra sangat tinggi, 12,8 persen diatas tingkat kemiskinan nasional yang berada pada nilai 9 persen saja.

“Artinya setiap 100 orang di Sultra terdapat 13 orang yang miskin sedangkan tingkat Nasional hanya 8 sampai 9 orang yang miskin dari setiap 100 orang, kondisi ini sangat buruk di banding nasional, mestinya daerah harus lebih rendah tingkat kemiskinannya dibanding nasional,” ucapnya.

Sehubungan dengan tahun politik, Pria yang di kenal dengan sapaan Boge itu mengharapkan masyarakat Sultra khususnya Bombana untuk meningkatkan kesadaran politik dan bisa menentukan pilihan pada orang yang tepat.

“Kalau dulu hanya 5 anggota Dewan dari Sulawesi Tenggara, sekarang kita mendapat tambahan jadi 6 orang, jadi masyarakat Sultra sudah harus pintar dalam menentukan pilihannya pada orang yang terbaik dan yang pasti akan memperjuangkan daerah kita,” Harap ARF. (Hir Abrianto)

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA