Bombana, Harapansultra.com – Di Tengah upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat desa, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Pelda Adri, turun langsung ke sawah mendampingi petani di Desa Teppoe, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana. Pendampingan ini dilakukan di lahan milik Bapak Bobbi, anggota Kelompok Tani Mattiro Walie 2, dengan luas tanam mencapai dua hektare. Senin, (14/07).

Pelda Adri tak hanya berdiri di pinggir sawah. Ia ikut turun tangan membantu proses Pencabutan Rumput-rumput yang ada di sela-sela tanam padi, menyatu dengan lumpur, mendengarkan keluh kesah petani, serta memberikan motivasi.

“Kami ingin petani tahu bahwa mereka tidak sendirian. TNI hadir bersama rakyat dalam segala kondisi, termasuk di sawah,” ujarnya penuh semangat.

Kelompok Tani Mattiro Walie 2 sendiri merupakan kelompok tani aktif di desa tersebut yang terus mendorong produktivitas pertanian. Luas lahan yang digarap kelompok ini cukup potensial untuk mendukung kebutuhan pangan lokal. Peran Babinsa di tengah mereka memberi energi baru, sekaligus rasa aman dan dukungan moral.

Bapak Bobbi, pemilik lahan, mengaku senang dan berterima kasih atas kehadiran Babinsa.

“Kami merasa diperhatikan dan disemangati. Kadang kelelahan dan cuaca bikin kami hampir putus asa, tapi kehadiran Pak Babinsa menguatkan kami,” ucapnya dengan mata berbinar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari tugas teritorial Babinsa dalam membina desa binaan, sekaligus bentuk nyata dukungan TNI terhadap program pemerintah di bidang pertanian. Pendampingan seperti ini tidak hanya meningkatkan hasil tanam, tapi juga mempererat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat.

Selain membantu secara fisik, Babinsa juga mengingatkan petani untuk memperhatikan pola tanam, waktu pemupukan, dan menjaga kebersihan irigasi agar tanaman dapat tumbuh optimal. Tak lupa, ia mengajak petani untuk selalu berdoa sebelum bekerja sebagai bentuk syukur atas nikmat tanah dan air yang diberikan.

Pendampingan pertanian oleh Babinsa di Bombana ini membuktikan bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya terletak pada senjata, tetapi juga pada ketulusan untuk melayani rakyat hingga ke sudut-sudut persawahan.