Kolaka, harapansultra.com | — Pemerintah Kabupaten Bombana kembali mencatatkan prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara setelah berhasil meraih penghargaan sebagai peringkat IV dalam pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja pemerintah daerah dalam menekan angka stunting melalui program lintas sektor yang terintegrasi, pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2027 di Hotel Sutan Raja Kolaka, Selasa (05/05/2026).

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, kepada Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., di hadapan para kepala daerah serta jajaran pemerintah provinsi yang hadir dalam forum perencanaan pembangunan tersebut.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam menjalankan berbagai program percepatan penurunan stunting secara terarah dan berkelanjutan. Pemerintah daerah dinilai mampu mengintegrasikan berbagai sektor mulai dari pelayanan kesehatan, perbaikan gizi masyarakat, sanitasi lingkungan, hingga edukasi keluarga dalam upaya mencegah stunting pada anak.

Musrenbang RKPD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2027 sendiri menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyusun arah pembangunan daerah ke depan. Dalam kegiatan itu, isu peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, dan penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama pembahasan pemerintah daerah.

Bupati Bombana, Burhanuddin, menyampaikan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang terlibat dalam program penanganan stunting di Kabupaten Bombana. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta dukungan aktif masyarakat.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dalam upaya percepatan penurunan stunting di Bombana,” ujar Burhanuddin.

Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus memperkuat berbagai program intervensi guna memastikan angka stunting di Bombana dapat terus ditekan secara signifikan. Menurutnya, penanganan stunting bukan hanya berkaitan dengan kesehatan anak, tetapi juga menyangkut kualitas generasi masa depan daerah.

Burhanuddin menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana selama ini terus mendorong pelaksanaan program pencegahan stunting melalui pendekatan terpadu. Beberapa langkah yang dilakukan di antaranya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi balita, penguatan peran posyandu, pemberian edukasi pola hidup sehat kepada masyarakat, hingga peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus membangun koordinasi lintas sektor agar seluruh program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, kerja sama antarinstansi menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di daerah.

Penghargaan yang diraih Bombana tersebut juga menjadi bentuk pengakuan atas keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Pemerintah pusat sendiri menargetkan penurunan prevalensi stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu stunting menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan penurunan kemampuan kognitif yang dapat memengaruhi kualitas hidup di masa depan.

Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk terus memperkuat intervensi sejak dini melalui pelayanan kesehatan yang optimal, perbaikan gizi keluarga, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola asuh dan pola makan sehat bagi anak.

Pemerintah Kabupaten Bombana juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi program dalam upaya penanganan stunting. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Selain menjadi motivasi bagi pemerintah daerah, penghargaan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program kesehatan, terutama terkait pemenuhan gizi anak dan ibu hamil di tingkat desa dan kelurahan.

Dengan capaian tersebut, Bombana kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing melalui program kesehatan yang berkelanjutan dan terintegrasi.