
Bombana, Harapansultra.com – Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si resmi memimpin Kabupaten Bombana periode 2025-2030 setelah mengikuti proses Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Penjabat Bupati Drs. Edy Suharmanto, M.Si di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Selasa (4/3). Acara yang dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara (diwakili Kepala Biro Pemerintahan Sekda Sultra), Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat ini menandai dimulainya komitmen kepemimpinan baru untuk mengakselerasi pembangunan berbasis daya saing.
Momen Sertijab diawali penyerahan memori jabatan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekda Bombana, Dr. H. Sunandar A. Rahim, M.Kes., mewakili Pj. Bupati Edy Suharmanto. Pasangan Burhanuddin-Yani, pemenang Pilkada 27 November 2024, sebelumnya telah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari lalu. “Hari ini, 150 ribu masyarakat Bombana menitipkan harapan besar kepada kami. Tanggung jawab ini hanya bisa diwujudkan dengan kolaborasi seluruh pihak,” tegas Bupati Burhanuddin dalam pidato perdana.
Bupati terpilih menekankan pentingnya menyatukan visi pascakonflik politik Pilkada. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk ASN dan kelompok oposisi, untuk memprioritaskan kepentingan daerah. “Mari akhiri perbedaan politik kemarin. Saatnya bergandengan tangan menjadikan Bombana lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” serunya di hadapan ratusan undangan. Pesan serupa disampaikan kepada jajaran kepala dinas dan camat: “Berhenti berpikir negatif. Fokuslah pada tanggung jawab membangun daerah. Semua yang kita lakukan hari ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.”
Wakil Bupati Ahmad Yani menyatakan kesiapan menerapkan prinsip transparansi. “Kami akan bekerja dengan integritas tinggi, memastikan setiap kebijakan tepat sasaran,” ujarnya. Dukungan datang dari Plh. Sekda Sunandar A. Rahim yang mewakili Pj. Bupati Edy Suharmanto: “Kami berharap kepemimpinan baru mampu menjaga sinergi antarlembaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”
Proses transisi ini menjadi pondasi strategis dengan tiga prioritas utama: peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan ASN, optimalisasi anggaran berbasis kinerja, dan penguatan sektor agrominapolitan sebagai tulang punggung ekonomi. “Kami akan audit rutin kinerja dinas dan BUMD untuk memastikan pelayanan maksimal,” tambah Burhanuddin. Tokoh masyarakat setempat, Darwis Mansyur, menyebut Sertijab sebagai momentum rekonsiliasi. “Masyarakat ingin pemimpin yang mendengar aspirasi akar rumput, bukan sekadar janji politik,” katanya.

Di tengah antusiasme tersebut, tantangan seperti penurunan angka stunting (27,5%), pengangguran usia muda (12%), dan ketimpangan akses infrastruktur desa-kota masih menghadang. Langkah pertama yang akan dijalankan adalah rapat koordinasi dengan seluruh camat pekan depan untuk menyinkronkan program 100 hari kerja. “Kami akan mulai dengan membuka ruang dialog terbuka melalui town hall meeting,” ujar Ahmad Yani.
Di akhir acara, Bupati Burhanuddin mengajak masyarakat memantau kinerja pemerintah melalui kanal resmi Pemkab. “Keberhasilan kami tergantung partisipasi aktif warga. Mari bersama-sama menulis sejarah baru Bombana,” tutupnya.









