
Bombana, harpansultra.com — Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si meresmikan Launching Kampung Zakat di Desa Lawatuea, Kecamatan Poleang Utara. Peluncuran program ini ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan bersama Ketua Dekranasda Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, Rabu (26/11/2025).
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara, perwakilan Forkopimda Bombana, jajaran Pemkab Bombana, Kepala Kantor Kemenag Bombana, Pimpinan Bank Muamalat Bombana, Ketua BAZNAS Bombana, pimpinan WIZ Bombana, para camat dan kepala desa se-Kecamatan Poleang Utara, serta tokoh masyarakat.
Kampung Zakat merupakan program yang diinisiasi untuk membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, terutama warga mustahik. Program ini mencakup dukungan pada sektor dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sosial kemanusiaan. Kehadiran Kampung Zakat diharapkan menjadi motor penggerak bagi peningkatan kesejahteraan di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan program.
“Kampung Zakat ini hadir untuk membantu masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh warga Desa Lawatuea untuk mendukung penuh program yang akan dijalankan. Kita semua harus bergerak bersama agar desa ini bisa maju dan berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat akan menentukan sejauh mana manfaat program bisa dirasakan. Burhanuddin juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Sebagai bagian dari launching, Bupati Bombana menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat Kampung Zakat. Bantuan tersebut meliputi bibit pertanian, sertifikat halal bagi pelaku usaha, paket sembako untuk 25 warga, serta mushaf Al-Qur’an yang diperuntukkan bagi aktivitas keagamaan di Kampung Zakat. Bantuan ini diberikan untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan spiritual masyarakat.
Penyaluran bantuan tersebut disambut baik oleh warga yang hadir. Mereka berharap program Kampung Zakat dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi keluarga mustahik di Desa Lawatuea.
Kegiatan berlangsung tertib dan diakhiri dengan peninjauan lokasi serta dialog singkat antara Bupati dan masyarakat mengenai kebutuhan prioritas desa. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memastikan program ini tidak berhenti pada seremonial, tetapi menjadi gerakan pemberdayaan yang berkelanjutan.
Kampung Zakat Lawatuea kini resmi menjadi salah satu desa binaan yang akan mendapat pendampingan terpadu dari berbagai lembaga zakat dan instansi pemerintah. Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi berbasis pemberdayaan di wilayah Bombana.









