
Muna, HarapanSultra.COM | Bupati Muna, LM Rusman Emba mengaku marah atas sikap yang dipertontonkan LM Rajiun Tumada yang diduga menghalang-halangi kerja Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Muna saat melakukan penertiban baliho bertuliskan “Mai Te Wuna, Amaimo Pada Ini” yang terletak di Jalan Gatot Subroto Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) Rabu 28 Agustus 2019 kemarin.
Kepada awak media HarapanSultra.COM, Kamis (29/8/2019). Orang nomor satu di bumi sowite ini mengatakan bahwa penghalangan itu merupakan bukti Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada tidak paham tentang pemerintahan.
Menurutnya menjadi hal yang lucu ketika Rajiun yang merupakan Bupati Muna Barat (Mubar) melakukan intervensi pada apa yang dilakukan aparat Pemerintah Kabupaten Muna.
“Jadi saya ingatkan saudara Rajiun jangan bawa arogansinya di Muna apalagi sampai melakukan intervensi. Ingat, kapasitas Rajiun di Muna adalah masyarakat dan sebagai masyarakat tentunya harus mengikuti aturan main yang diterapkan pemerintah.,” tegas Rusman.
Mantan senator DPD-RI itu mengaku sama sekali tidak panik ataupun takut dengan rencana Rajiun yang bakal bertarung di Pilkada Muna 2020 nanti. Ia hanya menekankan agar Rajiun menggunakan cara berpolitik santun tanpa harus mengadu masyarakat yang dapat mengganggu stabilitas keamanan daerah.
Dan terkait penertiban baliho Rajiun yang bertuliskan ‘Mai Te Wuna Amaimo Padaa Ini’, dengan tegas mantan Ketua DPRD Sultra itu menyatakan bakal tetap dilakukan.

“Karena itu merupakan keputusan rapat Forkopimda yang telah dianalisa, apalagi, sudah cukup waktu yang diberikan Pemkab Muna untuk menjawab somasi itu. Toh, sampai saat itu belum ada jawaban yang diberikan. Malah yang ada, hanya bentuk fisik Rajiun yang hadir untuk menghalang-halangi penertiban yang dilakulan Sat Pol PP,” Kesalnya.
Terkait adanya pihak yang melakukan penolakan jika baliho Rajiun ditertibkan, diakui rusman hal itu bukan dari masyarakat Muna. Buktinya lanjut Rusman, yang hadir saat penolakan penertiban itu dilakukan adalah beberapa pejabat Muna Barat hingga honorer Sat Pol PP Mubar.
“Lagi-lagi saya ingatkan saudara Rajiun, jangan menciderai nilai-nilai demokrasi dengan membawa-bawa nama masyarakat. Muna ini damai, jangan mau ciptakan konflik. Kalau mau maju di Muna silahkan, tapi taatilah aturan,” ungkapnya.
Ia juga menghimbau pada simpatisan dan masyarakat agar menahan diri serta tidak terpancing ia menyebut tindakan Rajiun sebagai bentuk kesewenang-wenangan yang tengah dipertontonkan untuk merebut empati.
“Jangan ada yang terpancing, tetap jaga stabilitas daerah, biar mereka pasangan ukuran 100 meter x 100 meter silahkan, tapi jangan ada tulisan Mai Te Wuna itu. Karena itu bisa membawa perpecahan di masyarakat,” Pungkasnya. (Borju)







