oleh

Camat Tontonunu Bakal Lockdown Desa yang Tidak Capai target Herd Immunity

Bombana, HarapanSultra.COM | Dalam rangka percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bombana untuk mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat 70 persen (Dosis 1 ) diakhir Desember 2021, maka seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana diberi target.

Dalam rangka merealisasikan hal tersebut Pemerintah Kecamatan Tontonunu menggelar Rapat Koordinasi dan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tingkat Kecamatan Tontonunu yang dihadiri Para Kepala Desa, Kepala Pukesmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Tontonunu, Jumat (12/11/2021).

Camat Tontonunu, Muhiddin mengatakan agar semua warga termasuk para aparat desa untuk turut mensukseskan kegiatan tersebut

“Tidak ada jalan tidak divaksin. jadi Desa yang belum memenuhi prosentase akan dilarang melakukan kegiatan Hajatan apapun baik pesta Aqiqah dan lain-lain, kemudian semua pelayanan publik harus disyaratkan vaksin semua termasuk Perangkat Desa  dan Pelayan Masyarakat,” kata Muhiddin.

Mantan Sekcam Tontonunu ini  menegaskan bahwa untuk aparat desa akan ada sanksi yang di berikan jika menolak atau tidak mau di Vaksin.

“Semua yang dihonorkan ADD dan DD mensyaratkan harus divaksin kalau tidak maka siap-siap diberhentikan Bulan Desember dan tidak diberikan kehormatan atau tunjangannya,” tegas Muhiddin.

Pihaknya bakal melakukan Sweeping dan Door to door untuk memberikan Edukasi kepada masyarakat sasaran vaksin.

Dilingkungan Sekolah, Guru dan Siswa  yang belum dilakukan vaksin dilarang mengikuti proses belajar mengajar atau tatap muka disekolah.

“Semua pengurusan yang menyangkut pelayanan publik harus menyetor KK dan bukti vaksin terutama di Desa yang punya masyarakat, kemudian Desa yang tidak memenuhi target maka tidak akan melayani pemberian ADD dan DD nyya, “ jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Puskemas Tontonunu Suradi SKM bahwa Pelaksanaan vaksin bagi Mayarakat, pihaknya tidak langsung melakukan vaksin namun dilakukan dulu pemeriksaan jika ada riwayat penyakitnya maka dilakukan screning dulu namun jika hasilnya tidak bisa vaksin maka akan diberikan surat rujukan untuk ke Dokter spesialis guna pemeriksaan.

“Dan bagi masyarakat sudah divaksin ada gejala lain maka kami harap supaya ke Rumah Sakit atau puskesmas terdekat jangan tinggal dirumah saja pada akhirnya akan menimbulkan kecurigaan,” harap Suradi.

Pewarta : Muh. Adnan

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA