oleh

Dana Jaminan Reklamasi Tambang Disoal, ESDM Sultra didemo

Kendari, Harapansultra.com—Massa aksi dari Aliansi Pemuda dan Pelajar Sulawesi Tenggara (AP2- Sultra) mendatangi kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tujuan pertanyakan pengelolaan Dana Reklamasi atas perusahaan-perusahaan pertambangan yang telah beroperasi di bumi Anoa Sultra, Senin (6/01/2020).

Dalam Orasinya, Pembina AP2 Sultra, La Ode Hasanudin Kansi Meminta Kepala Bidang Minerba (Yusmin) untuk memberikan kejelasan terkait pengelolaan dana jaminan reklamasi tambang yang ada di Sulawesi Tenggara. Seperti yang telah diketahui, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD) diduga mengalihkan dana reklamasi tambang sebesar Rp 250 miliar kepada tiga bank yakni Bank Mandiri, Bank BRI dan BTN untuk mendapatkan bunga deposito, pengalihan dana tersebut akhirnya di kembalikan lagi ke Bank Sultra (BPD) karena mendapat teguran dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Maka dari itu, AP2 Sultra mendesak gubernur Sultra untuk segera mencopot jabatan kepala bidang Minerba dan mendesak KPK RI, Kapolda Sultra untuk segera membentuk tim pemeriksa atas dana jaminan reklamasi tambang dari hasil temuan tersebut

Menanggapi aksi tersebut, Yusmin kepala bidang Minerba mangatakan bahwa Masalah jamrek seluruh perusahaan di tahun 2019 betul –betul dibawah pengawasan yang amat teliti. Bahkan kata dia, bila ditemukan perusahaan yang menunggak jamrek atau sebelum membayar jamrek bakal hentikan aktivitas pertambangan.

“kami turun langsung kelapangan dan melakukan pengawasan dengan teliti, jika ada yang kami temukan menunggak jaminan reklamasi maka perusahaan tersebut kami hentikan aktivitasnya,” tangkas Yusmin

Bantahnya, selama tahun 2019 ini jelas yusmin, tudingan soal masalah jaminan reklamasi, yang menyatakan ada kongkalingkong dengan kami itu tidak benar, itu perusahaan yang berurusan reklamasi bukan kami.

Penulis: Hir

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA