
BUTON UTARA, HARAPANSULTRA.COM – Polemik pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, mencuat setelah mitra pembangunan mengaku mengalami kerugian hingga Rp900 juta akibat fasilitas yang telah selesai dibangun belum juga beroperasi.
Mitra pembangunan SPPG Wakorumba Utara, Adi Yanto Saputra, mengungkapkan dirinya ditunjuk sebagai mitra untuk membangun dapur SPPG di Kelurahan Labuan pada awal 2026. Pembangunan dimulai pada Januari dan berhasil diselesaikan pada Februari 2026.
Namun hingga kini, kata Adi, dapur yang telah rampung 100 persen tersebut belum memperoleh izin operasional sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Awalnya saya ditunjuk untuk membangun dapur SPPG di Labuan. Pembangunan dimulai Januari 2026 dan selesai pada Februari. Namun sampai sekarang belum juga diberikan izin operasional,” ujar Adi saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
Menurut Adi, pihak yayasan yang menaungi program tersebut menyampaikan bahwa lokasi dapur yang dibangun dinilai tidak memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan yayasan. Padahal, lanjut dia, proses pembangunan dilakukan berdasarkan arahan yang diterimanya saat itu.

Ia menyebut pembangunan dilakukan setelah mendapat petunjuk langsung dari Dandim 1429/Buton Utara, Letkol Arm Novan Andriansyah, dengan pendampingan dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kecamatan Wakorumba Utara, Alfan, serta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Buton Utara, Ibnu Najib Pasha.
“Alasannya karena saya berada di bawah naungan Yayasan Manunggal Kartika Jaya. Mereka menyampaikan lokasi yang dibangun tidak sesuai dengan syarat yang ditetapkan. Padahal saat itu kami membangun berdasarkan arahan yang kami terima,” katanya.
Belakangan, Adi mengaku memperoleh informasi bahwa yayasan telah menunjuk mitra baru, yakni PT Dapur Pulau Rasa, untuk membangun dapur SPPG di wilayah Wakorumba Utara.
Menurutnya, keputusan tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp900 juta, tetapi juga menghambat masyarakat setempat memperoleh manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
“Sekarang yayasan menunjuk mitra baru untuk membangun SPPG. Dampaknya kami mengalami kerugian sekitar Rp900 juta, sementara masyarakat juga belum bisa merasakan manfaat Program MBG,” ungkapnya.
Polemik tersebut turut mendapat perhatian Ketua KNPI Provinsi Sulawesi Tenggara, Muh. Anzar. Ia menilai dapur SPPG yang telah selesai dibangun seharusnya tidak dialihkan kepada mitra lain apabila tidak terdapat dasar yang jelas.
Menurut Anzar, langkah tersebut berpotensi merugikan mitra yang telah menginvestasikan dana untuk membangun fasilitas sesuai penugasan yang diterimanya.
“Seharusnya dapur SPPG yang sudah selesai dibangun tidak dialihkan kepada mitra lain. Hal itu sangat merugikan mitra yang sejak awal telah ditunjuk untuk membangun fasilitas tersebut,” tegas Anzar.
Ia juga menyatakan dukungannya agar dapur SPPG Wakorumba Utara yang dibangun oleh Adi Yanto Saputra dapat segera dioperasikan.
“Kami mendukung agar dapur SPPG ini segera berjalan. Kami mengenal Pak Adi sebagai salah satu pelaku UMKM dan penggerak ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara yang memiliki komitmen dalam mendukung program pemerintah,” katanya.
Sementara itu, SPPI Kecamatan Wakorumba Utara, Alfan, mengaku tidak mengetahui secara rinci persoalan yang terjadi antara mitra dan yayasan.
Menurutnya, informasi mengenai penunjukan mitra baru bukan berasal dari pihaknya sehingga ia menyarankan agar persoalan tersebut dikonfirmasi langsung kepada yayasan.
“Kalau mengenai persoalan dapur SPPG Wakorumba Utara, lebih jelasnya langsung ke pihak mitra. Untuk penunjukan mitra baru kami juga tidak mendapat informasi dari unsur pimpinan,” ujar Alfan.
Meski demikian, Alfan membenarkan bahwa bangunan dapur SPPG tersebut telah selesai dibangun, namun hingga kini belum beroperasi karena masih terdapat persoalan antara mitra dengan pihak yayasan.
“Sejauh yang saya ketahui, dapurnya memang sudah selesai dibangun. Namun belum operasional karena masih ada persoalan antara mitra dan yayasan,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Buton Utara, Ibnu Najib Pasha, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan media ini.
Redaksi masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak Yayasan Manunggal Kartika Jaya maupun pihak terkait lainnya mengenai alasan belum dioperasikannya dapur SPPG Wakorumba Utara serta dasar penunjukan mitra baru.
Pewarta: Safrudin Darma








Tinggalkan Balasan