
BUTON UTARA, HARAPANSULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian daerah di tengah tantangan fiskal yang semakin ketat. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Buton Utara, Rabu (1/7/2026).
Dalam pidatonya, Afirudin mengatakan peringatan HUT ke-19 menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan otonomi daerah sekaligus memperkuat arah pembangunan Buton Utara ke depan.
Menurutnya, lahirnya Kabupaten Buton Utara merupakan buah perjuangan panjang para tokoh pemekaran, pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat yang menginginkan percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pada kesempatan itu, Afirudin memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buton Utara tercatat berada pada kisaran 3,55 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 71,29. Di sisi lain, angka kemiskinan juga mengalami penurunan secara bertahap hingga mencapai 13,22 persen.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang harus diselesaikan, terutama keberadaan kantong-kantong kemiskinan struktural di wilayah pesisir dan pedalaman.

“Pengentasan kemiskinan tidak boleh hanya bersifat bantuan sementara, tetapi harus diarahkan pada program-program produktif yang mampu meningkatkan kemandirian masyarakat,” ujar Afirudin.
Selain persoalan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Buton Utara juga menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemandirian fiskal. Hingga saat ini, struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat, baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah daerah akan melakukan reformasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi sistem retribusi, penataan perusahaan daerah, serta penyederhanaan regulasi guna mendorong investasi.
Afirudin menambahkan, sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan akan terus menjadi prioritas pengembangan karena dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat perekonomian daerah sekaligus menciptakan peluang investasi.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD dan masyarakat, untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Segala kekurangan di masa lalu menjadi pelajaran untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, sementara capaian hari ini menjadi modal untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Buton Utara berharap semangat HUT ke-19 menjadi penguat komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat.
Pewarta: Eghy Labuan








Tinggalkan Balasan