
Bombana, harapansultra.com — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja bagi kelompok berisiko tinggi di Aula SMA 11 Bombana, diikuti 25 peserta remaja, pada Kamis (27/11/2025).
Bombana — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana bekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja bagi kelompok risiko tinggi. Kegiatan yang diikuti 25 peserta remaja dari SMA 11 Bombana ini digelar di Aula sekolah setempat dan turut dihadiri Kepala UPTD KB Kecamatan Rarowatu beserta PKB dan PLKB, serta perwakilan Desa Lakomea, Kecamatan Rarowatu, Kamis (27/11/2025).
Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris DPPKB Bombana, Irna Rochatiningrum, STP., MM, bersama dr. Fitriyani Abu Kasim, M.Kes, Ketua Tim Kerja AKL, KB & Kespro Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tenggara. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya pencegahan perilaku berisiko yang dapat mengancam masa depan remaja.
Dalam sambutannya, Irna menegaskan bahwa remaja perlu dibekali pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai kesehatan reproduksi, terutama bagi mereka yang berada pada kelompok rentan.
“Edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja merupakan langkah strategis untuk mencegah perilaku berisiko serta membentuk generasi muda yang sehat dan berpengetahuan. Remaja perlu dibekali pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi agar mampu melindungi diri dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” ujar Irna Rochatiningrum.
Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi reproduksi dapat membantu remaja lebih sadar akan batasan diri, memahami risiko kesehatan, hingga mampu menghindari tindakan yang dapat berdampak jangka panjang terhadap masa depan mereka.

Sementara itu, dr. Fitriyani memberikan materi terkait kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, hingga pentingnya lingkungan sosial yang positif bagi tumbuh kembang remaja. Ia turut menyoroti berbagai ancaman yang sering terjadi di usia remaja, termasuk perilaku seksual berisiko, kekerasan, serta dampak kesehatan fisik dan mental.
“Remaja harus memahami bahwa menjaga kesehatan reproduksi berarti menjaga masa depan. Edukasi seperti ini membantu mereka lebih siap menghadapi tantangan di usia muda,” katanya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias menyampaikan pertanyaan seputar perubahan fisiologis, hubungan pertemanan, hingga tekanan sosial yang sering mereka hadapi. Fasilitator memberikan penjelasan yang mudah dipahami agar peserta mampu mengaplikasikan materi di kehidupan sehari-hari.
Panitia berharap melalui kegiatan ini, para remaja dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menyebarkan informasi positif mengenai kesehatan reproduksi serta mengajak teman sebaya untuk menghindari perilaku berisiko.
Kegiatan ditutup dengan pesan motivasi bagi seluruh peserta agar terus membangun kebiasaan hidup sehat, menjaga pergaulan, dan menerapkan pengetahuan yang telah diterima secara bertanggung jawab.
Ekor Berita:
Program ini menjadi salah satu langkah berkelanjutan DPPKB Bombana untuk memperkuat edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja dan memastikan generasi muda memiliki pemahaman yang memadai untuk menghadapi perkembangan zaman. Kegiatan direncanakan terus diperluas ke sekolah lain di wilayah Bombana.









