
Bombana, Harapansultra.com – Personel Koramil 1431-03/Poleang bersama masyarakat Desa Tetehaka, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, melaksanakan karya bakti dengan sasaran pembersihan Pasar Rakyat, Kamis (26/6). Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi TNI dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Karya bakti tersebut dipusatkan di area pasar tradisional desa yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. Personel Koramil yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Sertu Zakkir, Sertu Andi Tassaka, Sertu Ikbal, Sertu Nurbais, dan Serda Sultan. Mereka turut bergotong-royong bersama warga dan aparat desa membersihkan saluran air, mengangkat sampah, serta merapikan lingkungan sekitar pasar.
Kepala Desa Tetehaka, Muh. Ramli Saebe, turut hadir bersama seluruh perangkat desa, termasuk Kepala Dusun 1 Hamka, Kepala Dusun 2 A. Zahid, dan Kepala Dusun 3 Mutamin. Sekitar 30 warga setempat juga ambil bagian secara sukarela dalam kegiatan sosial ini.

Danramil 1431-03/Poleang, Kapten Inf Dahlan saat dikonfirmasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk terus hadir dan memberi manfaat langsung di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya soal kebersihan pasar, tetapi juga membangun kebersamaan antara TNI dan warga dalam merawat lingkungan,” ujar Danramil.
Sertu Zakkir, selaku Babinsa yang terjun langsung di lokasi, mengungkapkan apresiasinya atas semangat gotong-royong warga.
“Kami senang karena warga sangat antusias. Ini bukti bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat di desa ini,” katanya.
Kepala Desa Tetehaka, Muh. Ramli Saebe, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Koramil atas dukungan dan kepedulian yang diberikan.
“Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini memberi energi positif bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan karya bakti ini, lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan nyaman. Warga berharap kegiatan serupa bisa digelar secara rutin agar kondisi pasar tetap terjaga dan layak sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.







