WAKATOBI, HARAPAN SULTRA. COM | Masalah penyanderaan warga negara yang bekerja di negara tetangga rupa rupanya hingga kini belum mampu ditangani pemerintah. Pasalnya, akhir akhir ini beredar video yang memperlihatkan dua warga negara asal indonesia yang diduga berasal dari Wakatobi meminta bantuan akibat di sandera kelompok bersenjata Abu Sayaf.

Dalam Video yang beredar telihat dua Lelaki yang tidak memakai baju ditodong sebilah golok oleh lima orang bertopeng.

Dikatakan salah seorang tersandera dalam video tersebut bahwa dirinya merupakan Nelayan asal Indonesia yang bekerja di Sabah.

“Saya warga negara Indonesia, pekerjaan saya nelayan di Sabah Sandakan. Saya kena tangkap oleh Abu Sayyaf Philipin di laut Sandakan. Saya minta perhatiannya pemerintah negara Republik Indonesia terutama Presiden dan bapak Si Dadang,” pintanya dengan mata tertutup kain hitam.

Dikonfirmasi Via telepon, Keponakan korban, Fitri membenarkan penangkapan pamannya setelah melihat ciri ciri fisik korban pada video yang beredar.

“Paman saya yang ada tato disebalah kiri bernama Hariadi sedangkan yang disebalahnya bernama Heri. Paman saya Kerja di malaysia sudah sekitar 5 tahun dan sejak bulan desember tanggal 8 kami ketahui beliau disandera Abu Sayaf,”Akuinya.

Sejauh ini kata Dia, Sudah pernah ada dari Kementerian Dalam Negeri datang ke rumah pihak keluarga. meski begitu Korban hingga saat ini belum juga dibebaskan.

Fitri Menambahkan, Pamannya Hariadi (43) merupakan warga desa Kalimas kecamatan Kaledupa yang kini telah berkeluarga dan memiliki 3 orang anak sedangkan Heri temannya masih status bujang.

Saat ini keluarga korban berharap agar pemerintah RI segera mengupayakan pembebasan terhadap Hariadi dan rekannya.

“Mereka minta tebusan sekitar 10 milyar untuk dapat membebaskan paman saya,”tutupnya.  (Samidin)