oleh

LBH POSPERA KEPTON Dukung KPK RI Sidak IPK Jati di Sampolawa, Sultra.

-Harapan-12.283views

Buton, Harapansultra.com-Tindakan hukum Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) RI yang tengah melakukan supervisi atas kasus dugaan suap dalam penerbitan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) Jati Sampolawa di Kabupaten Buton Selatan dinilai mendapatkan dukungan dari Lembaga Bantuan Hukum KEPTON.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Posko Perjuangan Rakyat Kepulauan Buton (Kepton) mendukung penenuh kinerja anti rusuah itu dan menanti tajamnya taji KPK tersebut menancap, mencabik kasus Perkayuan itu, hingga Para aktor utama diungkapa serta jalani proses hukum semestinya.

“Kami dukung penuh Proses pengungkapan kasus Izin pemanfaatan Kayu Jati ini oleh KPK, agar para aktor bisa segara terungkap”, ungkapnya, Kamis (11/7/2019)

Dalam pernyataan Persnya, Direktur LBH Pospera Kepton, Agung Widodo, S.H menuturkan beberapa point pernyataan dukungannya tersebut diantaranya:

Pertama, bahwa dalam rangka penuntasan kasus, LBH Pospera – Kepton mendorong KPK RI tidak sekedar melakukan supervisi semata, tetapi mengambil alih penanganan kasus dugaan grativikasi dalam penerbitan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) Jati Sampolawa di Kabupaten Buton Selatan untuk PT Satya Jaya Abadi. Yang saat ini penanganan kasus tersebut sedang ditangani oleh Penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra).

Kedua, mendukung KPK RI untuk mengusut tuntas kasus ini, dengan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak, baik pemberi maupun penerima, atau penyelenggara negara, yang diduga kuat turut terlibat dan menerima grativikasi dalam penerbitan IPK tersebut.

Berdasarian Kajiannya, Direktur LBH Pospera Kepton Agung Widodo SH menegaskan, pada ketentuan Pasal 5 jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (“UU Tipikor”), baik pelaku pemberi maupun penerima grativikasi diancam dengan hukuman pidana.

Beberapa waktu lalu masyarakat Bumi Anoa sempat dikejutkan kinerja cepat KPK RI. Dibawah komando langsung La Ode Muhammad Syarif, tim KPK RI turun langsung ke Sulawesi Tenggara, untuk menelusuri beberapa kasus. Salah satu kasus yang menjadi perhatian serius adalah kasus Jati Sampolawa.

Pewarta: Abady.

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA