oleh

Mahasiswa Tak Sekadar Kuliah

Oleh : Mutia Husna

Bangkitlah gerakan mahasiswa, begitulah Eko Prasetyo seolah sedang berseru kepada khalayak muda mudi yang mengaku dirinya adalah mahasiswa. Melihat rendahnya geliat mahasiswa yang mau melakukan perubahan secara kongkrit, membuat Eko menulis buku yang berisi risalah provokasi sebagaimana yang ia utarakan pada pengantarnya, tidak berisi teori dan deskripsi, disusun dengan maksud menggerakkan.

Sudah jelas bahwa Eko sedang resah, melihat alpanya kontribusi mahasiswa pada ruang-ruang perjuangan di masyarakat. Diselimuti oleh berbagai pragmatisme yang menjangkiti setiap mahasiswa di seluruh perguruan tinggi, maka Eko mencoba untuk menyadarkan posisi mahasiswa di setiap fragmen perubahan.

Mulai dari Soe Hok Gie, Wiji Thukul, Rendra sampai Martin Luther King turut memberikan kutipan di sela-sela gelora provokasi yang menyulut gairah gerakan mahasiswa hari ini.

Buku ini terdiri dari empat bagian, Eko Prasetyo memulai dengan bagian yang menyentuh sisi personal mahasiswa sebagai anak muda, mereka yang terjerat sistem pendidikan tinggi yang mengangkangi kebebasan berangan dan bermimpi oleh seputar remeh temeh aturan kampus.

Disambung bagian kedua adalah bagian yang lebih mendalam mencoba membangkitkan keberanian dan cita-cita besar semua pemuda, berkaca pada para pembesar negeri seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir dan serentetan nama-nama lainnya. Bagian kedua ini adalah bagian mengapa mahasiswa musti turut punya cita-cita besar melalui sebuah wadah yang disebut gerakan.

Masuk pada bagian ketiga, adalah perumusan tentang apa dan bagaimana gerakan mahasiswa dapat membuat perubahan, tentang siapa-siapa yang menjadi musuh gerakan itu sendiri, dan bagian keempat, merupakan bagian akhir dari buku ini adalah sebuah penawaran, bahwa mahasiswa bukan lagi diperbudak situasi maupun keadaan, melainkan sudah saatnya untuk turun tangan merebut kemenangan demi kemanusiaan melalui satu kata: gerakan.

Mahasiswa dan Kuliah

Cukup satire ketika Eko memelintir urat leher melalui kritiknya terhadap kebijakan kampus yang memangkas kreativitas berpikir mahasiswa masa kini. Mulai dari aturan berpakaian, ruang kelas, tempat parkir sampai hubungan mahasiswa dengan dosen itu sendiri. Tapi celakanya adalah ketika mahasiswa itu iya-iya saja dengan segala yang dijejalkan pada dirinya.

Kritik Eko terhadap perkuliahan begitu tajam, seolah-olah terjadinya alpanya gerakan mahasiswa berada pada suasana kampus hari ini yang dibikin penuh aturan, seperti SPP progresif untuk mahasiswa yang tidak segera menyelesaikan studinya sampai definisi kesuksesan mahasiswa yang ditampilkan secara visual dan artifisial melalui banner, penghargaan maupun apresiasi secara langsung.

Orientasi dan batasan yang tersisip di sela-sela agenda kapitalisme kampus tersebut, akhirnya menjatuhkan stigma negatif bagi para aktivis dan mahasiswa kritis yang tengah berjuang bersama lapisan-lapisan rakyat kelas bawah.

Mahasiswa, bukan Sekadar Memoar

Tentu ada banyak sejarah yang menuliskan kisah perjuangan mahasiswa. Segala romantika heroik itu banyak dicatut di buku tersebut. Penulis buku Bangkitlah Gerakan Mahasiswa seolah sedang mengisahkan sebuah memoar yang jauh dari tempat kita tinggal sekarang, hal tersebut membuktikan bahwa esensi mahasiswa antara hari ini dan di masa lalu begitu jauh.

Dahulu mahasiswa adalah cendekiawan, pelbagai aktivitas didasari oleh kegiatan intelektual yang menjunjung tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Agaknya yang paling kentara perbedaannya adalah yang ketiga, pengabdian pada masyarakat.

Itulah yang coba disampaikan melalui esai-esainya bahwa seluruh kegiatan mahasiswa sudah semestinya punya keterkaitan dengan rakyat, definisi rakyat yang ditawarkan Eko adalah masyarakat kelas bawah yang menjadi objek ketidakadilan dan proses dehumanisasi oleh para petinggi dan pemangku kekuasaan lalim.

Terakhir, untuk apa sebenarnya buku ini ditulis? Bukan semata untuk menyulut mahasiswa  membikin kekacauan lalu lintas karena aksi di depan balaikota, melainkan adalah sebuah upaya membangkitkan kembali gerakan mahasiswa yang merobohkan kekuasaan atas pengkhianatan terhadap rakyat. Hidup Mahasiswa!

Judul buku: Bangkitlah Gerakan Mahasiswa
Penulis: Eko Prasetyo
Penerbit: Intrans Publishing
Tahun pertama terbit: 2015
Tempat terbit: Malang
Jumlah halaman: 219

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA