Bombana, HarapanSultra.COM | Nasi Kuning begadang 77 menjadi menu alternatif kuliner malam di Ibu Kota Kabupaten Bombana. Berada di seputaran Jalan Yos. Sudarso Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia.

Pedagang nasi kuning begadang 77, Irfan mengatakan, ia mulai menggeluti usaha kuliner tersebut sejak pertengahan tahun 2016 lalu.

“Saya mengontrak di sini,” kata Irfan kepada awak media, Selasa (07/12/2021) malam, sambil tetap melayani pelanggan yang sudah antri.

Selama ini ia mengaku dagangan nasi kuningnya selalu laris manis. Setiap malam Irfan bersama sang istri dan dibantu oleh satu orang keluarganya mulai berjualan dari pukul 16.00 WITA hingga sekitar pukul 06.00 WITA

Setiap malam pelanggannya selalu berdatangan. Ada yang makan di tempat, tapi tak sedikit pula yang dibawa pulang dan adapula yang pesan secara Online.

Irfan mengungkapkan, para pelanggannya terdiri dari para pekerja yang pulang malam hari, pelajar dan anak anak muda yang nongkrong sambil menikmati nasi kuning bersama teman temannya.

“Bukanya dari jam 5 Sore, kadang masih jam 12 malam sudah habis, ya sampai habis lah, nggak tentu. ” tutur Pria muda ini.

Mengenai harga, lanjut Irfan, untuk satu porsi nasi kuning lengkap bervariasi tergantung dari lauk yang di makan, lauk yang tersedia Ayam, Dangkot, Ikan, Telur, Udang dll di mulai dari harga Rp.10.000 sampai Rp.18.000

Nasi kuning selalu tersaji dalam keadaan hangat, karena Irfan sengaja menyimpannya dalam penghangat nasi. Hal itulah yang menjadi daya tarik pengunjung untuk menikmati nasi kuning saat malam hari.

Selain itu, keramahan dari pedagang juga menjadi salah satu hal penting untuk menarik pembeli. Ketika melayani para pembeli, Irfan terkadang berbincang dengan mereka.

Irfan juga mengungkapkan, dalam sehari bisa menghabiskan 27-40 kilogram beras untuk nasi kuning.

Bahkan kalau malam minggu ia menyediakan lebih, berbeda dengan hari-hari biasa. Setiap harinya ia bisa menjual sebanyak 100-250 porsi nasi kuning.

“Saya menghitung dari jumlah kertas nasi yang habis saja. Satu pak 100 lembar, Secara ekonomi, Alhamdulillah penghasilan saya selama menjual di Bombana ini meningkat terus dari tahun ke tahun, mungkin karena ini Bombana sudah berkembang jadi pembeli juga bertambah,” ungkap nya

Di hari jadi kabupaten Bombana yang ke 18, Irfan berharap pemerintah daerah lebih konsentrasi lagi untuk membantu para pelaku UMKN yang ada di Bombana

” Yang utama di Jaman H Tafdil jadi Bupati saya sebagai orang yang datang ke Bombana, perubahan itu sangat terasa,” pungkas ayah satu anak ini. (Adv)

Pewarta :: Muh. Adnan