oleh

PILKADA KOLTIM POTENSI HEAD TO HEAD

-OPINI-11.594 views

Penulis:
Erwin, SH.
Pemuda Pemerhati Koltim

Dinamika politik daerah sangat cair, itulah prase pertama untuk memotret pergerakan politik yang dilakukan oleh para kandidat sejak bulan Agustus sampai saat ini.

perkembangan teknologi (era digitalisasi) menjadi bagian penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Gedjet menjadi sarana efektif untuk menyampaikan gagasan selain bertemu langsung (blusukan) dengan masyarakat.

Sebagai anak muda tentu tidak boleh apatis atau berdiam diri terhadap masa depan politik daerah termasuk pilkada tahun 2020 nanti. Tulisan ini mencoba menyampaikan suatu analisa terkait usaha para putra-putri terbaik Kolaka Timur menuju Bupati (01) atau Wakil Bupati (02) ke depan.

Analisa ini berdasar pada pengamatan penulis secara langsung di lapangan dan melalui media sosial, saya sengaja memasukkan potret gejolak politik melalui medsos karena hampir semua masyarakat dapat mengakses media sosial saat ini.

Sampai saat ini. hanya ada 5 plus 1 bakal calon bupati dan atau wakil bupati yang bergerilya memperebutkan simpati rakyat dan berjuang mendapatkan rekomendasi partai politik. Sebut saja Samsul Bahri Majid (SBM), Hj. Nursanti, Sabaruddin Labamba (SBL), Irwansyah (IR/Anak Paddare), dan Toni Herbiansyah. Dan Hj. Andi Merya Nur mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Kolaka Timur.

Yang menarik, pada konstetasi pilkada ke depan bahwa petahana Toni Herbiansyah dapat dipastikan bercerai dengan Hj. Andi Merya Nur (TENTRAM). Padahal posisi Toni Herbiansyah masih berstatus sebagai Ketua DPW Nasdem dan Hj. Andi Merya Nur sebagai Ketua DPD Nasdem Kolaka Timur. Hj. Meri lebih tertarik berpasangan dengan SBM dari pada bertahan dengan Toni Herbiansyah.

Tulisan ini mencoba mengurai peluang dan tantangan para kandidat Bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati pada Pilkada 2020 mendatang.

Peluang SBM Tidak bisa dipungkiri bahwa SBM yang sudah melakukan gerilya politik dengan tagline Anak Koltim merupakan salah satu langkah politik yang patut diacungi jempol, sebab langkah ini jarang dilakukan oleh bakal calon bupati dan wakil bupati. Diatas kertas duet Samsul Bahri (suku tolaki tinggal di Tirawuta) dan Mery (suku bugis tinggal di Dangia) tentu dapat menambah perolehan suara apabila ditinjau dari sisi geografis dan sosiopolitik.

Dimana Samsul Bahri adalah mantan Plt Sekda Koltim dan Mery masih menjabat sebagai Ketua DPD Nasdem. Bisa saja restu DPP Nasdem mengarah ke Mery apabila lobinya kencang dan petahana akan apes alias tanpa rekomendasi.
Pasangan Samsul dan Mery tidak bisa dipandang sebelah mata karena secara politik, Hj. Mery memiliki rekam jejak politik yang tergolong cemerlang, selain dia sebagai Wakil Bupati, Bapaknya sebagai salah satu Kepala Desa di Kecamatan Dangia dan Ibu Angkatnya adalah peraih suara terbanyak dari Partai Nasdem sebagai anggota DPRD Periode 2019-2024. Dan kemenangan Toni Herbiansyah (TH) di Pilkada Tahun 2015 lalu adalah bagian dari sumbangsih suara wakilnya. Ditambah Samsul Bahri yang memiliki kemampuan komunikasi verbal dan seorang organisatoris dan pengalaman birokrasi yang cukup bagus sehingga tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa duet ini dapat menjadi ancaman bagi petahana yang belum melakukan pergerakan politik alias belum melakukan deklarasi apakah maju atau tidak.

Dan menurut penulis, Bupati masih bersiap maju untuk periode kedua.
TH dengan Siapa? Pertanyaan ini sederhana tapi menarik untuk diberi analisa karena sampai saat ini. Petahana belum menentukan sikap akan berduet dengan siapa. Justru Wakilnya, Hj. Andi Merya sudah deklarasi akan berduel dengan Bosnya di Partai Nasdem dan atasannya di Pemda Koltim.

Walau belum deklarasi secara terbuka tetapi baliho dengan tagline LANJUTKAN sudah mulai berseliwetan di jalan dan di media sosial, tentu gerakan politik sudah terkomfirmasi baik secara langsung maupun tidak langsung, yang jelas Pak Bupati sudah sering melihat dan mendengarnya. Lalu dengan siapa petahana berduet, berikut ulasannya menurut versi penulis.
TH dengan H. Baharuddin
Apabila duet ini terjadi maka dapat dikatakan TH tidak kerja keras sebab H. Baharuddin merupakan salah satu tokoh agama dan tokoh pendidikan dan tercatat sebagai caleg terpilih tahun 2019-2024 dari Partai Keadilan Sejahtera dan secara geografis serta sosiopolitik dia berasal dari dalam (suku bugis-Ladongi). Namun kendalanya adalah dia baru terpilih dan pada saat pendaftaran harus meninggalkan jabatan sebagai anggota DPRD
TH dengan Hj. Rahmatia
Apabila duet ini terjadi maka dapat dikatakan TH akan bekerja keras untuk berhadapan dengan pasangan Samsul dan Mery karena secara geografis dan sosiopolitik. Hj. Rahmatia berasal dari luar (suku bugis dan Tirawuta) dan dari sisi elektabiltas personal sebagai caleg mengalami penurunan suara antara tahun 2014 dan 2019.

Namun keuntungannya adalah Rahmatia adalah Ketua DPRD dari PAN dan terpilih kembali.

TH dengan Irwansyah

Apabila duet ini terjadi maka dapat dikatakan TH akan bekerja lebih tenang, karena secara geografis dan sosiopolitik Irwansyah berasal dari dalam (suku bugis dan Dangia). Irwansyah juga dikenal dengan tagline politik sebagai Anak Petani, sebagai tokoh muda dan pendidikan dari kalangan santri. Dari sisi elektabilitas dapat melampui perolehan suara personal Hj. Rahmatia di pilcaleg 2019 lalu. Walau nasib tidak mengantarkannya duduk kembali di DPRD Koltim. Selain itu, Anak Petani sudah melakukan sosialisasi program door to door ke masyarakat sebagai bakal calon bupati. Tetapi menurut hemat penulis, Irwansyah belum layak jadi Bupati tetapi untuk wakil bupati sudah bisa karena memiliki pengalaman sebagai anggota DPRD Periode 2014-2019, selain itu.

Kemampuan komunikasi verbal, pengetahuan agama, pengalaman organisasinya juga cukup paripurna sampai ke level nasional, tercatat sebagai Wasekjend DPP KNPI. Dan kemampuan intelektualnya dapat menjadi daya tarik sebab saat ini sedang dalam proses penyelesaian program doktor di Semarang.
TH dengan Hj. Nursanti
Apabila duet ini terjadi, maka TH akan sangat kerja keras karena Hj. Nursanti dapat dikatakan pendatang baru di Kolaka Timur dan belum memiliki rekam jejak politik atau investasi politik di Koltim. Walau balihonya sudah tersebar di jalan-jalan poros tetapi masyarakat belum banyak mengenalnya justru lebih dikenal sebagai orang baru yang berasal dari Kabupaten Sinjai Sulsel.

Pada akhirnya TH akan menentukan pasangan duetnya apabila masih berkeinginan melanjutkan pengabdiannya di Kabupaten Kolaka Timur. Tentu segala pertimbangan akan dilakukan demi mencapai kemenangan politik. Kita sama-sama menanti siapa yang akan dipinang oleh TH sebagai wakilnya.
TH dengan SBL
Akhir-akhir ini muncul foto edit yang menyandingkan TH dan SBL, menurut hemat penulis. Komposisi ini belum merepresentasikan dari tinjaun geopolitik dan representasi sosio kultural yang ada di Kolaka Timur, tetapi perlu diingat bahwa semua dapat terjadi dalam dunia politik.

Note: Isi/muatan tulisan diluar tanggung jawab penerbit.

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA