Bombana, sultranet.com – BLU Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bombana menggelar pertemuan strategis untuk menyamakan persepsi antara BPJS Kesehatan dan tenaga kesehatan terkait klaim INA-CBG, khususnya pada pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Rapat ini diselenggarakan guna mencari solusi atas kendala administrasi yang selama ini menghambat proses klaim dan pelayanan darurat, serta untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. (Jumat, 3 Januari 2025)

Pertemuan berlangsung di ruang rapat BLU RSUD Bombana dan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta praktisi kesehatan, antara lain Dewan Pengawas BLU RSUD, dr. Sunandar, MM.Kes; Kepala BPJS Kabupaten Bombana, bapak Sulkifli; serta perwakilan Kepala Dinas Kesehatan melalui ibu Sekretaris, Dr. Hj. Hayami, M.Kes. Selain itu, Direktur BLU RSUD, drg. Riswanto, M.KM, beserta dokter spesialis dan tenaga kesehatan turut hadir dalam rapat yang difokuskan untuk menyelaraskan prosedur klaim INA-CBG dan mengatasi hambatan administratif yang terjadi, terutama di lingkungan IGD.

Rapat ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan pemahaman bersama mengenai tata cara klaim serta mencari solusi atas kendala teknis yang muncul dalam proses administrasi. Diskusi interaktif di antara para peserta menitikberatkan pada identifikasi hambatan dalam prosedur klaim yang selama ini berdampak pada kelancaran pelayanan darurat. Berbagai masukan konstruktif pun dikemukakan, mulai dari pentingnya pelatihan bersama, peningkatan koordinasi antar instansi, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk mendigitalisasi proses administrasi. Dengan demikian, diharapkan birokrasi yang berbelit dapat ditekan dan verifikasi klaim dapat dilakukan secara cepat serta akurat.

Dalam rapat tersebut, pihak manajemen BLU RSUD menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam menyusun pedoman baru yang lebih efisien. Rencana evaluasi berkala pun disepakati agar standar operasional prosedur klaim selalu mengikuti perkembangan teknologi dan regulasi yang berlaku. Upaya ini dianggap krusial untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama di unit IGD yang menjadi ujung tombak penanganan kasus-kasus darurat. Selain itu, pertemuan ini juga membuka ruang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik yang telah diterapkan di lapangan, sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan berkesinambungan.

“Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bersama mengenai prosedur klaim serta mengatasi hambatan yang mungkin terjadi dalam proses administrasi klaim yang berkaitan dengan pelayanan darurat,” ujar drg. Riswanto, M.KM.

“Diskusi ini penting untuk memastikan pelayanan yang optimal bagi pasien serta menjaga kelancaran alur klaim sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sistem BPJS Kesehatan,” tambahnya.

Sebagai ekor berita, rapat sinergis ini diharapkan menjadi momentum transformasi dalam pengelolaan klaim INA-CBG di BLU RSUD Bombana. Melalui kerjasama yang intens antara BPJS Kesehatan dan tenaga kesehatan, hambatan administratif dapat diminimalisir dan proses klaim akan lebih transparan serta efisien. Komitmen semua pihak untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan kapasitas menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan, terutama di IGD, selalu mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien. Inisiatif strategis ini menunjukkan bahwa BLU RSUD Bombana tidak hanya fokus pada peningkatan layanan, tetapi juga berupaya membangun sistem yang adaptif terhadap era digital dan regulasi kesehatan nasional guna mewujudkan pelayanan yang prima dan berdaya saing tinggi.