oleh

Sosialisasi Pengendalian Penduduk dan KB di Bombana, Inspektur Utama BKKBN RI Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini

Rumbia, HarapanSultra.COM | Inspektur Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN-RI) Ari Dwikora Tono, Ak., CA., M. Ec.Dev., CfrA., QIA, mengingatkan resiko besar jika terjadi pernikahan terhadap remaja pada usia dini.

Hal tersebut disampaikan Ari Dwikora pada kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga bersama Mitra Kerja dengan mengangkat tema Remaja Berencana Keren Wujudkan Generasi Sehat, Cedas dan Berkualitas, bertempat di RTH Eks. MTQ Bombana, Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Kamis (19/11/2020).

Inspektur Utama BKKBN RI. Ari Dwikora Tono, dalam sambutannya mengatakan bahwa remaja merupakan individu individu calon pasangan yang akan membangun dan calon orang tua bagi anak anak yang dilahirkannya sehingga perlu disiapkan agar memiliki perencanaan dan kesiapan berkeluarga.

” Kesiapan berkeluarga merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga dan keluarga yang berkualitas sehingga diharapkan mampu melhirkan generasi yang juga berkualitas,” Ujar Ari Dwikora Tono

Ia menyebut kini Fakta menunjukkan sebagian remaja dihadapkan pada situasi yang sangat memperihatinkan seperti sex pranikah, Narkoba dan lainnya serta tingkat pernikahan dini masih tergolong tinggi yaitu menikah di usia masih dibawah usia ideal menikah yaitu bagi pria 25 tahun dan bagi wanita usia 20 tahun.

Gambar Peserta Sosialisasi
Gambar Peserta Sosialisasi

” Jika menikah dibawah usia ideal itu menempatkan remaja puteri dalam resiko tinggi terhadap kehamilan dini dan kehamilan tidak di inginkan dengan konsekuensi ancaman kehidupan,” Ungkapnya.

Jika tren ini terus berlanjut tambahnya, 14,2 Juta remaja puteri akan melakukan pernikahan sebelum mereka berusia 18 tahun sebelum tahun 2020 hal ini berarti 14,2 Juta remaja puteri melakukan pernikahan setiap tahun atau 39000 remaja setiap harinya.

” Ada resiko yang terjadi yaitu resiko kematian bayi dan kalaupun selamat pasti akan mempunyai anak akan banyak karena usia melahirkan sangat panjang,” Tutupnya

Pantauan awak media Harapan Sultra, kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bombana H. Tafdil, SE. MM, Bunda Genre Hj. Andi Nirwana Tafdil, S. SP, MM sekaligus Anggota DPD RI Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bombana, Drs. H. Abdul Aziz, M. Si, Inspektur Utama (IRTAMA) BKKBN RI. Ari Dwikora Tono, Ak., CA., M. Ec.Dev., CfrA., QIA, Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Sultra Drs. Asmar, M.Si.

 

Laporan : Muh. Adnan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA