BOMBANA, harapansultra.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bombana kembali memperkuat barisan dengan menggelar Pendidikan Kader Loyalis yang dilaksanakan oleh Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) PKB, Kamis, 26 Februari 2026.

Sebanyak 100 peserta mengikuti kaderisasi tahap pertama ini sebagai bagian dari strategi mempertahankan sekaligus memperbesar kemenangan Partai besutan Muhaimin Iskandar itu di Bombana pada Pemilu 2029 mendatang.

Ketua DPC PKB Bombana, Iskandar, SP, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama perjuangan politik partai. Menurutnya, kemenangan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang, konsolidasi, dan kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.

Ia mencontohkan perjalanan Ketua DPW PKB Sulawesi Tenggara, Jaelani, yang berproses dari bawah hingga berhasil menjadi anggota DPR RI. Kisah tersebut, kata Iskandar, menjadi bukti bahwa kerja keras, loyalitas, dan kesabaran akan membuahkan hasil.

“Pak Jaelani memulai dari bawah. Tidak ada yang instan. Kalau kita bekerja keras dan tidak pesimis, insyaallah keberhasilan itu bisa diraih. Jangan pernah ragu dengan proses,” ujar Iskandar di hadapan para kader.

Ketua DPRD Bombana itu menegaskan bahwa optimisme PKB Bombana menatap 2029, memiliki dasar yang kuat. Pada periode sebelumnya, PKB mampu meraih kursi Ketua DPRD Bombana meski bukan sebagai partai pengusung pemerintah.

Pada Pilkada 2024, PKB berhasil mengusung Burhanuddin dan Ahmad Yani sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bombana.

“Kalau dulu kita bukan apa-apa tapi bisa jadi Ketua DPRD, sekarang kita bagian dari kekuatan pemerintahan. Ini momentum besar. Tantangan kita adalah mempertahankan dan memperbesar kemenangan,” tegasnya.

Iskandar menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh kader dan simpatisan. Ia berharap ke depan semakin banyak kader PKB yang mampu mengisi kursi DPRD Bombana sehingga kekuatan partai semakin kokoh dan terstruktur.

PKB, katanya, tetap berada dalam koalisi pemerintahan dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Namun, kekuatan politik harus dibangun secara sistematis agar mampu menjawab tantangan politik 2029 yang diprediksi semakin kompetitif.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulawesi Tenggara, Jaelani, menegaskan bahwa Pendidikan Kader Loyalis merupakan jenjang kaderisasi wajib dan telah memasuki pelaksanaan ke-7 di Sultra. Ia menegaskan bahwa PKB Bombana dibawah kepemimpinan Iskandar dinilai berhasil membawa PKB jadi Pemenang Pemilu 2024 lalu.

“Saya selalu katakan, ini sejarah luar biasa dan jangan berhenti sampai di sini, saya berharap tidak klimaks disini. Kebetulan Bupati Bombana adalah Ketua Dewan Syuro PKB, ini harus dimanfaatkan dengan baik. Tapi ingat, yang paling sulit dalam politik adalah mempertahankan kekuasaan,” ujar Jaelani.

Ia mengingatkan bahwa Pemilu 2029 akan menjadi tantangan besar. Namun dengan kekuatan kader yang solid dan konsolidasi yang berkelanjutan, ia optimistis perolehan suara PKB akan semakin meningkat.

Jaelani juga menyampaikan pesan Ketua Umum PKB agar seluruh kader memastikan pintu-pintu rumah dan hati selalu terbuka bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Menurutnya, substansi politik PKB adalah silaturahmi.

“Jangan pernah berhenti bersilaturahmi. Politik PKB adalah politik silaturahim. Berpolitik itu ibadah dan PKB itu berkah,” tegas Jaelani disambut tepuk tangan para kader PKB.

Materi pendidikan kader, lanjutnya, diarahkan untuk memperkuat pemahaman ideologi, visi, serta komitmen perjuangan PKB agar para kader tidak hanya loyal secara struktur, tetapi juga matang secara pemikiran dan sikap politik.

Ketua Panitia kegiatan, Irfan Machmud, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Dari kuota 100 peserta tahap pertama, seluruhnya terisi penuh.

“Animo masyarakat luar biasa. Ini menandakan kepercayaan terhadap PKB semakin meningkat. Ke depan kami berharap kuota peserta bisa lebih besar agar semakin banyak kader yang terbina,” ujarnya.

Melalui Pendidikan Kader Loyalis ini, PKB Bombana menegaskan komitmennya membangun kekuatan politik berbasis kader militan, solid, dan dekat dengan rakyat. (IS)