oleh

Viral Video Siswa Bully dan Karungi Temannya, MTS 2 Bombana Keluarkan 2 Siswanya

BOMBANA, Harapan Sultra .COM | Setelah viral video adegan beberapa siswa membully dengan cara memasukan temannya ke dalam karung dan melontarkan kalimat caci maki, Kepala Sekolah bersama dewan guru di MTsN 2 Bombana mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan 2 orang siswa pelaku dalam video yang dinilai mencoreng nama baik sekolah.

Kepala Sekolah MTSN 2 Bombana, Suadi, S.Pd mengungkapkan, setelah viral video tersebut pihaknya segera melakukan penelusuran dan hasilnya memang kejadiannya dilakukan disalah satu ruangan sekolah yang dipimpinnya itu.

“Sekolah sangat dicoreng dengan tersebarnya video yang awalnya mereka bercanda, tapi karena dengan adegan tersebut sekolah dan guru-guru mendapat sorotan negatif dari orang tua siswa yang menyatakan kami tidak ada perhatian kepada siswa maka terpaksa kami keluarkan siswa yang sudah kelewatan,” ucap Saudi, S. Pd saat di temui di ruang kerjanya pada Rabu (12/12/2018).

Langkah tegas tersebut diambil lanjut Suardi, setelah dilakukan rapat bersama orang tua siswa baik orang tua korban maupun pelaku dan turut dihadiri kepolisian dan perlindungan anak daerah serta seluruh dewan guru.

Dari 5 siswa pelaku bulying, 2 siswa diantaranya di keluarkan dari sekolah karena sudah berulang kali diberi toleransi sedangkan 3 diantaranya masih di berikan kesempatan terakhir untuk mengikuti proses belajar di sekolah tersebut.

“Ada 2 pelaku adegan itu yang kami sanksi keluar dari sekolah karena sudah berulang kali berurusan dengan orang tua siswa tersebut, sedangkan 3 orang lainya kami masih beri kesempatan sekali lagi sebab mereka tidak terlibat langsung dan tidak pernah di temukan jahil,” tambah mantan Kepala Sekolah MTsN 3 Bombana itu.

Dari pantauan Jurnalis harapansultra.com saat rapat bersama para dewan guru bersama orang tua siswa. Guru kelas kedua anak didik yang dijatuhi sanksi dikeluarkan tersebut mengaku anak didiknya tersebut memang kerap melakukan ulah.

“Yang 2 orang ini sudah kelewatan, kami menyerah karena sudah berulang kali ini kasus vidio terjadi,” terang salah satu guru kelasnya.

Untuk meredakan masalah tersebut, Kepsek setempat menghimbau kepada orang tua pelaku dan korban untuk menerima keputusan tersebut dan tidak lagi ada gerakan lain diluar sekolah. (Hir Abrianto).

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA