Bombana.HarapanSultra.COM | – Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga besar almarhum H. Muslihin Adam, S.P., di Kelurahan Lemeroro, Kecamatan Rumbia, Sabtu (30/8/2025). Ratusan pelayat dari berbagai kalangan hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal luas sebagai birokrat berdedikasi dan pribadi yang rendah hati.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., hadir secara langsung dan memimpin prosesi pelepasan jenazah almarhum. Dalam sambutannya, Ahmad Yani mengajak seluruh hadirin untuk mengiringi kepergian almarhum dengan doa yang tulus.

“Semoga almarhum diampuni segala kesalahan, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan pada tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kehilangan ini bukan hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana,” ucap Ahmad Yani dengan nada penuh keharuan.

Almarhum H. Muslihin Adam dikenal sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk Bombana. Jabatan terakhir yang ia emban adalah Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Dalam perjalanannya sebagai ASN, Muslihin banyak terlibat dalam berbagai kebijakan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Almarhum adalah sosok pekerja keras, sederhana, dan berdedikasi tinggi. Atas nama pribadi, keluarga besar, dan tentu saja mewakili Bupati Bombana serta seluruh jajaran pemerintah daerah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” tambah Wakil Bupati.

Sejumlah kolega dan sahabat almarhum yang turut hadir mengungkapkan kesan serupa. Mereka mengenang Muslihin sebagai sosok yang ramah, dekat dengan bawahan, serta selalu memberikan teladan dalam etos kerja. Tidak sedikit ASN muda yang mengaku banyak belajar dari sikap bijak dan pengalaman panjang almarhum dalam birokrasi.

Upacara pelepasan jenazah berlangsung khidmat. Doa bersama dipanjatkan, dipimpin oleh tokoh agama setempat. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir.

Bagi masyarakat Bombana, wafatnya Muslihin Adam meninggalkan duka mendalam sekaligus kehilangan seorang figur pengabdi daerah. Meski demikian, jejak pengabdiannya diyakini akan tetap hidup dalam ingatan banyak pihak.

Kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa di balik jabatan dan pengabdian, setiap insan pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Doa dan penghormatan terakhir dari masyarakat Bombana menjadi tanda bahwa dedikasi Muslihin Adam telah memberi arti yang besar, baik bagi pemerintahan maupun bagi kehidupan sosial masyarakat di daerah ini.