oleh

Penanganan Kekerasan: Pj. Bupati Bombana Dorong Peningkatan Kapasitas Perlindungan Perempuan dan Anak Melalui Pelatihan

-ADS-1208views

Bombana, HarapanSultra , COM / Pj. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, menghadiri dan membuka Pelatihan Penanganan Kasus KTP, KTA, TPPO, dan ABH. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bombana ini bertujuan meningkatkan kemampuan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (SATGAS PPA) serta Pengelola Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di tingkat Kecamatan, Desa, dan Kelurahan.Kamis (23/11/2023)

Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan fokusnya pada isu kekerasan terhadap perempuan sebagai prioritas utama. Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, penekanan diberikan pada langkah pencegahan kekerasan dan optimalisasi sistem pelaporan serta pengaduan ketika kasus kekerasan terjadi.

Pj. Bupati menyatakan pentingnya tanggung jawab penuh pemerintah daerah terhadap penanganan dan antisipasi terhadap kekerasan perempuan dan anak. Beliau menyoroti kebutuhan akan struktur yang efektif guna menangani masalah tersebut di tingkat desa atau pelosok.

“Di zaman ini, kita banyak melihat tindakan yang tidak menghargai anak-anak dan perempuan. Turunnya negara atau pemerintah dalam menangani kasus semacam ini penting,” ujar H. Burhanuddin dalam pembukaan acara.

Lebih lanjut, Burhanuddin menekankan perlunya tanggapan yang sabar dan bertanggung jawab terhadap isu kekerasan terhadap perempuan dan anak untuk mencapai tujuan pembangunan. Dia menegaskan bahwa membangun tanpa kekerasan lebih baik daripada keadaan dengan banyak kekerasan.

Beliau menekankan bahwa hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip dasar pembangunan yang menempatkan manusia sebagai fokus utama. Upaya pemerintah dalam meningkatkan perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak diwujudkan melalui kebijakan serta regulasi yang menjamin pemenuhan hak-hak mereka sebagai sumber daya pembangunan.

Pj. Bupati mengharapkan pencegahan sebagai langkah utama dalam pelatihan ini, menyampaikan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Dia berharap partisipan dari berbagai tingkatan memiliki komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kepedulian terhadap perempuan dan anak.

Burhanuddin berharap kasus kekerasan perempuan dan anak di Bombana dapat dihindari. Dia juga mengajak peserta pelatihan di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa untuk memiliki loyalitas dan integritas tinggi dalam memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia, terutama kaum perempuan dan anak-anak, demi terciptanya hubungan yang harmonis dalam masyarakat.

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA