oleh

7.800 Petugas Pelayanan Publik Bombana Bakal Divaksin, Warga Dihimbau Tak Percaya Hoax

Bombana, HarapanSultra.COM | Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah daerah Kabupaten Bombana menerima vaksinasi tahap ke dua dosis pertama, termasuk para staf ahli dan asisten. bertempat di Auditorium Kantor Bupati Bombana, Senin (08/03/2021)

“Rencananya vaksinasi tahap dua dosis pertama ini menyasar kepada 939 orang penerima, vaksinasi dosis pertama bagi pelayanan publik ini merupakan lanjutan program nasional vaksinasi Sinovac untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Dr Sunandar.

Vaksinasi tahap kedua dosis pertama ini dilakukan secara bertahap untuk 7.800 petugas pelayanan publik yang terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara, TNI dan Polri, anggota DPRD, tokoh agama, BUMD, BUMN, para pedagang dan ojek online yang berada di wilayah Kabupaten Kabupaten Bombana.

“Sebelum disuntik vaksin, setiap calon penerima vaksin akan melalui pemeriksaan kesehatan untuk memastikan apakah penerima bisa divaksin atau tidak. Jika tidak ada gangguan kesehatan, maka akan langsung dilakukan penyuntikan dosis vaksin Sinovac oleh tim vaksinator bersertifikasi, ” terangnya.

Menurutnya, setiap individu penerima vaksin akan didata dan akan mendapatkan sertifikat telah menerima vaksin dan datanya akan dientri kedalam pusat data nasional sebagai penerima vaksin.

“Sertifikat tersebut nantinya bisa digunakan saat dibutuhkan seperti saat ingin menggunakan jasa transportasi kapal udara dan lain sebagainya, ” terangnya.

Disinggung efek samping dan keluhan dari penerima vaksin seperti yang dikhawatirkan sebagian masyarakat. Sunandar menegaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya keluhan yang berarti dari para penerima vaksin dosis pertama sebelumnya.

“Kami mencatat keluhan yang muncul hanya gejala ringan seperti, mengantuk, berasa pegal ditempat yang disuntik vaksin, dan rasa lapar. Hal tersebut merupakan gejala biasa ketika tubuh menerima vaksin, ” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, agar tidak mempercayai informasi negatif dan hoax terkait vaksin Sinovac karena telah diuji oleh Pemerintah.

“Pemberian vaksin tidak dilakukan secara sembarangan, semua ada prosedur dan tata caranya termasuk tentang siapa saja yang bisa diberikan vaksinasi, kesemuanya itu demi kepentingan bersama agar kita semua bisa bebas dari risiko terpapar virus Covid-19, ” pungkasnya.

Pewarta : Muh. Adnan

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA