Bombana, harapansultra.com – Lembaga Adat Kerajaan Moronene (LAKMOR) Keuwia Rumbia menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan kawasan industri oleh PT Sultra Industrial Park (SIP) di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana.

Sebelumnya, dukungan tersebut telah disampaikan dalam rapat pembahasan lahan persiapan pembangunan industri yang digelar bersama unsur pemerintah daerah dan para tokoh adat beberapa waktu lalu.

Pada Rapat yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bombana, unsur Forkopimda, serta tokoh-tokoh masyarakat adat Kerajaan Moronene Keuwia Rumbia, PYM Apua Mokole Alfian Pimpie, SH., M.AP., Pauno Rumbia ke-VII selaku Ketua Majelis Tinggi Adat Kerajaan Moronene Keuwia Rumbia telah menegaskan bahwa masyarakat adat pada prinsipnya mendukung investasi yang dihadirkan pemerintah daerah demi kemajuan Bombana.

Dikonfirmasi media ini, Ketua Umum LAKMOR Keuwia Rumbia, Muhammad Kasim D, SE, mengatakan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat adat untuk turut serta dalam mendorong pembangunan daerah.

“Kami masyarakat adat Moronene Keuwia Rumbia mendukung penuh investasi yang akan dibangun oleh PT SIP di Kabupaten Bombana, khususnya di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara. Kami memandang pembangunan industri ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muhammad Kasim, Jumat (13/2/2026)

Menurutnya, kehadiran kawasan industri tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

LAKMOR berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai regulasi, menghormati nilai-nilai adat, serta melibatkan masyarakat setempat sebagai bagian dari pembangunan itu sendiri.

Ia menambahkan, masyarakat adat pada dasarnya tidak menolak investasi. Justru sebaliknya, investasi dinilai sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam memajukan daerah, selama tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan budaya.

“Kami percaya, jika dikelola dengan baik dan transparan, investasi ini akan membawa manfaat luas. Bukan hanya untuk masyarakat di sekitar lokasi industri, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bombana,” katanya.

LAKMOR juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bombana dibawah komando H. Burhanuddin dan Ahmad Yani sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang dinilai proaktif menghadirkan investor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam pandangan lembaga adat, sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat adat menjadi kunci utama agar pembangunan berjalan harmonis dan berkelanjutan.

Muhammad Kasim menegaskan bahwa lembaganya siap menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tengah proses pembangunan. Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara pihak perusahaan, pemerintah, dan masyarakat adat terus dibangun secara terbuka.

“Lembaga Adat Kerajaan Moronene Keuwia Rumbia hadir untuk memastikan bahwa rencana pembangunan berjalan dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat adat serta menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun,” tegasnya.

Rencana pembangunan kawasan industri oleh PT SIP di Desa Wumbubangka disebut-sebut akan menjadi salah satu proyek strategis di Kabupaten Bombana. Dengan dukungan masyarakat adat melalui LAKMOR, diharapkan proses persiapan hingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan resmi ini sekaligus menjadi pesan bahwa masyarakat adat Moronene Keuwia Rumbia terbuka terhadap kemajuan dan siap berkolaborasi demi masa depan Bombana yang lebih maju dan sejahtera. (IS)