Bombana, HarapanSultra.COM | Pulau Kabaena merupakan pusat komoditi cengkeh yang ada di Kabupaten Bombana, tanaman cengkeh yang panennya sekali setahun menjadi harapan petani yang menjadikan tanaman ini tumpuan hidupnya.

Potensi cengkeh di Kabaena tidak bisa dilihat sebelah mata, panen setiap tahunnya bisa mencapai angka puluhan miliar.

Namun tahun ini petani  harus gigit jari di karenakan cengkeh yang di harapkan bisa menjadi penopang dan pelanjut untuk perputaran ekonomi keluarga gagal panen.

Salah satu pengusaha cengkeh yang ada di Pulau Kabaena, Khairul Baits menyayangkan sikap Dinas Pertanian Kabupaten Bombana yang dinilai lambat dan diduga tidak terjun langsung melihat kondisi cengkeh yang gagal panen.

“Seharusnya Dinas Pertanian terjun lansung bertemu petani menanyakan apa saja masalah-masalah yang di hadapi petani sehingga panen cengkeh tahun ini gagal, Dinas Pertanian tidak boleh Slow Respon,” ujar Khairul Baits, Jumat (30/09/2022).

Menurutnya, Petani harus diberi solusi karena potensi daerah dengan nilai puluhan miliar ini jika tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh terhadap perekonomian daerah.

Lebih Lanjut Khairul Baits yang juga Bendahara Umum BPC HIPMI Kabupaten Bombana bercerita, saat panen cengkeh tahun lalu ia menyaksikan lansung bagaimana antusias petani menyambut panen.

Disisi lain dengan panen itu, bukan hanya berefek pada petani namun juga ke pedagang pasar yang ada di Kelurahan Sikeli, karena ketika panen petani akan belanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhannya.

“Saya berharap kedepannya, Dinas Pertanian bisa lebih cepat tanggap,,” harapnya.

Pria Lulusan Universitas Muslim Indonesia itu menitip pesan kepada PJ Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si agar dapat memberikan perhatian khusus terhadap komoditas cengkeh.

“Ini dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat Bombana khususnya masyarakat yang ada di pulau Kabaena” Pungkasnya.

Pewarta : Muh. Adnan