
Kendari, Harapansultra.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Minggu pagi (2/3), usai menyelesaikan retret kepemimpinan 8 hari di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Kedatangan mereka disambut meriah dengan pengalungan bunga dan tarian tradisional Lumense oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang menanti di bandara.
Prosesi penyambutan dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Sekda Bombana Dr. H. Sunandar A. Rahim, M.Kes., menandai dimulainya fase baru kepemimpinan pasangan ini. “Sambutan hangat ini menjadi energi bagi kami untuk segera bekerja membawa Bombana lebih maju,” ujar Bupati Burhanuddin usai disambut alunan musik tradisional dan sorak-sorai warga. Pasangan ini langsung menuju kediaman Bupati di Mandonga, Kendari, untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Bombana.
Selama retret di Magelang (21-28 Februari 2025), Bupati dan Wakil Bupati menerima pelatihan intensif tentang strategi kepemimpinan, pengelolaan anggaran transparan, ketahanan nasional, serta penyelarasan program daerah dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Kami dibekali wawasan kebangsaan dan komunikasi politik untuk memperkuat kolaborasi dengan masyarakat,” jelas Ahmad Yani.
Plh. Sekda Sunandar A. Rahim menyatakan optimisme atas hasil retret. “Ini momentum transformasi. Ilmu yang didapat akan menjadi panduan menyusun kebijakan tepat sasaran,” katanya. Antusiasme terlihat dari puluhan spanduk ucapan selamat yang dibentang warga sepanjang jalan menuju kediaman Bupati.
Dalam sambutan singkatnya, Bupati Burhanuddin menegaskan prioritas pertama adalah merealisasikan program 100 hari kerja yang meliputi penurunan stunting, perbaikan infrastruktur perdesaan, dan penguatan UMKM. “Pekan depan, kami akan turun ke 22 kecamatan untuk memastikan program menyentuh kebutuhan dasar warga,” ucapnya. Wakil Bupati Ahmad Yani menambahkan, retret juga mengajarkan pentingnya sinergi antarinstansi. “Kami akan bentuk tim terpadu untuk memangkas birokrasi yang menghambat pelayanan publik,” janjinya.

Harapan masyarakat terhadap kepemimpinan baru terlihat dari kehadiran warga di bandara. Tokoh pemuda Bombana, La Ode Alfin, menyatakan: “Pemimpin harus hadir di tengah masalah, bukan hanya di balik meja.” Sebagai langkah awal, Bupati berencana menggelar town hall meeting perdana di Kecamatan Rumbia pada 5 Maret mendatang. “Ini akan menjadi ruang dialog terbuka untuk mendengar keluhan dan ide warga langsung,” jelas Burhanuddin.
Kepulangan Bupati dan Wakil Bupati menandai babak baru pembangunan Bombana. Usai beristirahat, keduanya akan segera meninjau lokasi proyek strategis seperti pembangunan jalan usaha tani dan pusat layanan stunting di Kecamatan Poleang. “Kami tak punya waktu lama. Masyarakat menunggu bukti,” pungkas Burhanuddin sebelum meninggalkan bandara.









