
Bombana,HarapanSultra.COM | – Kabupaten Bombana melangkah lebih optimis di tahun 2025 dengan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp1,167 triliun, meningkat signifikan dari rencana awal sebesar Rp1,088 triliun. Kenaikan ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah pusat sekaligus tantangan bagi Pemkab Bombana untuk mengelola keuangan daerah secara efektif dan transparan.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bombana, Doddy A Muchlisi, mengungkapkan bahwa peningkatan anggaran ini dipicu oleh tambahan alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pemerintah pusat. “APBD 2025 kami rancang dengan komposisi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang seimbang. Kenaikan ini berasal dari transfer pusat, dana desa, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Doddy dalam keterangan resminya, Kamis (02/01/2025).
### **Sumber Pendapatan yang Lebih Kuat**
Total pendapatan daerah sebesar Rp1,167 triliun tersebut bersumber dari dua komponen utama. Pertama, PAD yang ditargetkan mencapai Rp64 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari pendapatan lain-lain yang sah (Rp26 miliar), hasil pengelolaan kekayaan daerah (Rp13 miliar), pajak daerah (Rp13 miliar lebih), dan retribusi daerah (Rp8 miliar lebih).
Kedua, Dana Transfer ke Daerah yang mencapai Rp1,093 triliun, terdiri dari:
– **Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU)** senilai Rp615 miliar.
– **Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non-fisik, DAU tambahan, serta Dana Desa** sebesar Rp360 miliar.
– Transfer dari Pemprov Sulawesi Tenggara sebesar Rp39 miliar.
Tak hanya itu, pendapatan lain-lain yang sah, seperti dana kapitasi JKN untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), turut menyumbang Rp10 miliar.

### **Belanja Daerah yang Berkeadilan**
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, Pemkab Bombana juga melakukan penyesuaian alokasi belanja dengan tetap menjaga keseimbangan fiskal. Total belanja daerah diproyeksikan sama dengan pendapatan, yakni Rp1,167 triliun, dengan rincian sebagai berikut:
1. **Belanja Operasional** (Rp748 miliar): mencakup belanja pegawai, pengadaan barang/jasa, hibah, dan bantuan sosial.
2. **Belanja Modal** (Rp243 miliar): difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan pengadaan aset daerah.
3. **Belanja Tak Terduga** (Rp8 miliar): sebagai cadangan untuk kebutuhan darurat.
4. **Belanja Transfer ke Desa** (Rp169 miliar): termasuk dana desa dan alokasi dana desa untuk pemberdayaan masyarakat.
### **Komitmen Transparansi dan Dampak Nyata**
Sebagai mantan Kepala Bappeda Bombana, Doddy menegaskan bahwa kebijakan anggaran ini dirancang untuk mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. “Kami berkomitmen mengelola APBD secara akuntabel agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga penguatan ekonomi desa,” tegasnya.
Dengan tambahan dana dari pusat dan optimalisasi PAD, APBD 2025 Bombana diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi warga Bombana akan kehidupan yang lebih sejahtera di tahun mendatang.







