Kendari, Harapansultra.COM | — Bupati Bombana, Burhanuddin bersama Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, tampil memukau dalam pawai budaya rangkaian Harmoni Sultra peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di kawasan Tugu Persatuan MTQ Kota Kendari. Kehadiran kedua pimpinan daerah tersebut bersama istri masing-masing menjadi perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan, Jumat (24/04/2026).

Dalam pawai budaya itu, Bupati Bombana hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Karena, S.Sos. Sementara Wakil Bupati Bombana turut didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, Henny Setyawati Rachman, S.Pi., MM. Penampilan keduanya terlihat serasi dengan balutan tenun khas Bombana bermotif Rapadara yang menjadi simbol identitas budaya daerah.

Bupati Bombana dan istri mengenakan busana tenun Rapadara berwarna merah yang melambangkan keberanian, ketegasan, dan semangat kepemimpinan. Di sisi lain, Wakil Bupati Bombana bersama istri tampil elegan dengan busana tenun Rapadara bernuansa kuning yang merepresentasikan optimisme, kehangatan, dan semangat kebersamaan.

Penampilan kontingen Bombana menjadi salah satu sorotan dalam pawai budaya tersebut. Masyarakat yang menyaksikan tampak antusias mengabadikan momen ketika rombongan Pemerintah Kabupaten Bombana melintas di jalur pawai bersama peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.

Pawai budaya Harmoni Sultra merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan hari jadi Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui ragam busana adat, seni, dan tradisi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.

Dalam momentum itu, Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan budaya lokal, khususnya tenun khas Bombana yang memiliki nilai sejarah dan filosofi mendalam bagi masyarakat.

Bupati Bombana, Burhanuddin, mengatakan partisipasi Bombana dalam kegiatan budaya tingkat provinsi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

“Budaya adalah identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Bombana, termasuk tenun khas Rapadara, agar semakin dikenal masyarakat Sulawesi Tenggara maupun di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan budaya juga menjadi sarana memperkuat persatuan antar daerah di Sulawesi Tenggara di tengah keberagaman suku dan tradisi yang dimiliki masyarakat.

“Momentum Harmoni Sultra ini memperlihatkan bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan yang menyatukan kita semua. Semangat persaudaraan dan kebersamaan harus terus dijaga,” katanya.

Suasana pawai berlangsung meriah sejak sore hingga malam hari. Ribuan masyarakat memenuhi kawasan Tugu Persatuan MTQ Kendari untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan keunikan daerah masing-masing peserta. Berbagai motif tenun, pakaian adat, hingga atraksi seni tradisional menjadi daya tarik utama dalam kegiatan tersebut.

Kontingen dari berbagai daerah tampil dengan ciri khas budaya masing-masing, menciptakan harmoni warna dan tradisi yang memukau sepanjang jalur pawai. Sorak antusias warga terdengar setiap kali peserta melintas sambil memperlihatkan identitas budaya daerahnya.

Partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Bombana dalam kegiatan ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya daerah sekaligus promosi potensi lokal di tingkat provinsi. Tenun Rapadara yang dikenakan pimpinan daerah Bombana juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Bombana terhadap warisan budaya yang terus dijaga hingga saat ini.

Selain menjadi ajang promosi budaya, pawai Harmoni Sultra juga memperkuat hubungan antar pemerintah daerah dan masyarakat dalam semangat persatuan dan pembangunan daerah. Momentum tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Dengan keikutsertaan dalam pawai budaya Harmoni Sultra 2026, Pemerintah Kabupaten Bombana kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan identitas daerah melalui karya tenun tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Bombana.