
Kendari, HarapanSultra.COM | Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, kemungkinan koalisi antara Tim Pemenangan Asrun-Hugua dan Rusda-Sjafei semakin terbuka hal itu untuk menyatukan kekuatan memenangkan pertarungan Juni mendatang.
Juru kampanye Asrun-Hugua yang juga Ketua Badan Penanggulangan Bencana Partai PDIP Sultra, Umar Bonte meminta Tim Asrun- Hugua dan Rusda-Sjafei segera bersatu memenangkan Pilgub.
Hal itu dinilai UB demi menyelamatkan Sultra dari kezaliman dan politik sesat.
“Saya minta kedua gerbong itu segera bergabung dan mengerahkan kekuatan penuh demi memenangkan Pilgub tanpa politik bengis. Kita semua tentu sadar bahwa Sultra harus dibangun dengan jiwa yang tulus tanpa kepongahan dan keserakahan. Kedepan kita butuh pemimpin yang tidak culas dan adu domba. Kita ingin demokrasi terjaga dan tidak menghalalkan segala cara,” ungkap Ketua KNPI Sultra itu. Kamis (24/5/18).
Karena itu, lanjut Anggota DPRD Kota Kendari ini, harus ada kekompakan tim pemenangan keduanya untuk memenangkan Pilgub dengan sangat mudah tanpa harus menghabisi lawan politik dengan cara sesat dan menyakitkan.
Menurutnya, Koalisi Asrun-Hugua dan Rusda- Sjafei adalah jawaban tepat untuk memenangkan pertarungan nantinya.

Koalisi yang UB sapaan akrab Umar Bonte maksud adalah duduk bersama untuk membicarakan pemenangan, sekiranya keduanya bisa bersatu dan satu persepsi.
“Saya pikir patokannya nanti hasil Survei yang menentukan,” pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Relawan RAISA, Muhammad Yusuf Yahya mengaku demikian menghargai dan mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya sebagai relawan RM-SK, apapun yang menjadi keputusan kandidat tidak akan menjadi masalah bagi seluruh tim dan relawan.
Dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menyahuti itu, kendati demikian pihaknya tetap menyambut baik niat itu, dan selanjutnya menjadi kewenangan dan wilayah kedua kandidat untuk membicarakan hal tersebut.
“Saya kira kalau ada niat dari pihak Tim Asrun-Hugua untuk membangun komunikasi Politik dengan Pihak Tim RM-SK semata-mata untuk perbaikan dan kemaslahatan masyarakat Sultra karna sesungguhnya Pilkada ini ajang mencari pemimpin bukan penguasa,” tuturnya.
Ayah dua anak ini sepakat dengan apa yang dimaksud UB, bahwa doa dan harapan yang dikehendaki masyarakat Sultra bukan pemimpin dzolim yang menghalalkan segala cara untuk mencapai suatu tujuan mendapatkan kekuasaan.
Yang pasti, lanjut pria yang akrab disapa Ucup ini, Rusda Mahmud selalu menakankan kepada tim dan relawannya untuk tidak menjelek- jelekan lawan politik, tidak menjanjikan sesuatu kepada masyarakat dan dan tidak membohongi masyarakat.
“Karena sesungguhnya kalian adalah lidah dan cerminan saya sebagai kandidat kalian, pesan itulah yang selalu melekat pada diri kami dan ini kami jadikan amanah dalam melakukan kerja politik di lapangan, terakhir saya hanya ingin berpesan jadikan moment Pilkada ini sebagai ladang mencari amal,” tutupnya. (ak*)







