Rumbia, HarapanSultra.COM | Kembali beraktivitasnya PT. Panca Logam Makmur (PLM) perusahaan penambangan emas yang beroperasi di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara dinilai dapat membawa dampak yang membayakan baik terhadap lingkungan, masyarakat maupun para pekerja yang bekerja di perusahaan tersebut.

 Hal tersebut disampaikan Ansar Ahmad, Ketua Divisi Investigasi LSM Perisai Kabupaten Bombana kepada awak media HarapanSultra.COM, Kamis (14/11/2019).

ansar ahmad, Ketua Divisi Investigasi LSM Perisai
ansar ahmad, Ketua Divisi Investigasi LSM Perisai

Menurutnya setelah LSM Perisai melakukan investigasi terhadap kembali beraktivitasnya PT. Panca Logam Makmur, ditemukan hasil yang sangat mengejutkan. Pasalnya perusahaan yang diketahui sempat tidak melakukan aktivitas selama bertahun tahun itu kembali melakukan aktivitas penambangan emas yang jauh dari kesan modern dan justru tetap menggunakan cara sederhana yang jauh kata “ramah keselamatan kerja”.

 “ Jadi perusahaan ini kembali beraktivitas dan masih menggunakan cara lama, ini sangat berbahaya bagi pekerja. Ancaman tanah menimbun pekerja bisa datang kapan saja,” Beber Ansar Ahmad.

 Terlebih lagi perusahaan yang sempat bermasalah terkait kewajiban pajak dan royalti tersebut dinilai mengabaikan keberlangsungan lingkungan hidup dan dampak bagi masyarakat sekitar.

“ Akibat penambangan yang lalu saja, belum ada upaya reklamasi paska tambang dan dampaknya menyiksa petani karena sumber air menjadi rusak. Sekarang sudah mulai mengeruk tanah lagi, ini persoalan besar yang harus disikapi bersama,” Beber Aktivis yang dikenal peduli terhadap masalah lingkungan hidup tersebut.

Untuk itu tambahnya pihaknya bakal melakukan kajian mendalam terkait hasil investigasi itu untuk kemudian dicarikan solusi agar dampak terhadap masyarakat dan pekerja dapat diminimimalisir.

Kubangan air akibat aktivitas tambang emas
Kubangan air akibat aktivitas tambang emas

“ Ini harus dikontrol agar perusahaan ini tidak melakukan hal yang sama seperti yang lalu lalu yang hanya menyisakan dampak untuk masyarakat sedangkan kontribusinya tidak nampak sama sekali,” Pungkasnya (IS)