oleh

Akui Pembangunan Melejit, Mantan Tim Pemenangan Haliana Berpindah Ke Arhawi

Mantan Tim Pemenangan Arhawi Saat Berorasi Dihapan Pendukung Arhawi dan Hardin La Omo

Wakatobi, Harapansultra.com | Mantan Tim Pemenangan Haliana pada Pilkada 2015 lalu, Ediarto Rusmin mengalihkan dukungannya kepada pasangan Arhawi dan Hardin La Omo di Pilkada Wakatobi 2020. Hal itu disampaikan saat deklarasi pasangan calon yang diusung partai Golkar dan Demokrat, Minggu (9/8/2020).

Dihadapan pendukung dan simpatisan pasangan HALO Wakatobi, Ediarto mengatakan dukungan itu bukan tanpa sebab. Dirinya mengakui, pembangunan di Wakatobi begitu melejit dimasa pimpinan Arhawi.

“Bahwa alasan-alasan penting seperti perencanaan pembangunan kami telah pelajari secara rasional baik PDRB Wakatobi maupun rencana pembangunan kabupaten Wakatobi, sehingga penting bagi kita untuk memenangkan pasangan ini,”ucap mantan Wakil Bupati tersebut periode 2006-2011 tersebut.

Perbedaan dan pertemanan dalam politik itu menurutnya, hanya sebuah keyakinan terhadap sebuah tujuan perjuangan. Sejatinya, tujuan-tujuan perubahan itu kita terima secara rasional maka disitulah alasan kita bergabungnya secara politik.

“Selama saya berpolitik belum pernah satu panggung dengan beliau. Hari ini menjadi alasan untuk dua kutub kekuatan politik yang besar menyatu dan saya yakin kita akan memenangkan pertarungan,”yakinnya.

Selain itu, Ediarto mengakui, Wakil yang dipilih oleh Arhawi sudah sangat tepat, pengalaman-pengalaman dalam dunia birokrasi tidak diragukan lagi. Ia mengaku, mengenal Hardin La Omo karena selama Dirinya menjadi Wakil Bupati tahun 2006-2011, Hardin La Omo pernah menjalankan tugas sebagai Sekretaris Daerah.

“Bapak Hardin La Omo telah menemani saya baik sebagai kepala dinas maupun sebagai Sekda Wakatobi, artinya apa?, Kalau ingin bertanya tentang Hardin La Omo maka bertanyalah kepada saya,”bebernya.

Dalam orasinya juga, Ediarto menepis isu yang sebelumnya pernah beredar di masyarakat terkait kelesuan ekonomi. Katanya, kelesuan yang pernah terjadi sebelumnya adalah persoalan perubahan pola perdagangan di Wakatobi akibat regulasi baru.

“Dulunya kapal-kapal dari Wakatobi ini bisa langsung pergi ke Singapura dengan alasan regulasi maka harus terhenti. Sekali lagi Arhawi mengambil peran disitu. Dirinya membangun perkapalan ke luar Wakatobi agar ekonomi kita tidak terhenti, hasilnya sekarang ekonomi kita stabil,”katanya.

Laporan ; Samidin

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA