oleh

Andi Nirwana Sebbu Ceritakan Efek yang Terjadi Usai Divaksin Covid-19

Bombana, HarapanSultra.COM | Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Andi Nirwana Sebbu (ANS) menceritakan efek dari vaksinasi Covid-19 usai ia mendapatkan suntikan sebagai orang pertama di Kabupaten Bombana, bertempat di Aula Paviliun Rujab Bupati Bombana, Jumat (29/1/2021). 

Istri Bupati Bombana H. Tafdil itu mengatakan usai disuntik, ia diminta menunggu selama 30 menit untuk diketahui jika ada kejadian ikutan pasca vaksinasi atau biasa disebut KIPI yaitu setiap kejadian medis yang tidak diinginkan, terjadi setelah pemberian imunisasi, dan belum tentu memiliki hubungan kausalitas dengan vaksin. Gejala KIPI bisa berupa gejala ringan yang dirasakan tidak nyaman atau berupa kelainan hasil pemeriksaan laboratorium dan hasilnya tidak ada efek samping sedikitpun yang ia rasakan.

“Waktu pertama di suntik rasanya seperti ada yang hangat masuk di dalam tubuh saya, selanjutnya biasa saja,” ujar Andi Nirwana

Berbekal pengalamannya itu, ia mengharapkan agar masyarakat Bombana tidak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi karena hal tersebut merupakan ikhtiar untuk melawan pandemi Covid-19 yang sudah setahun melanda negeri ini.

“Tidak ada rasa apa-apa, oke semua, tidak ada soal. Alhamdulillah 30 menit ini tidak ada (KIPI),” Jelas Senator ANS

Kendatipun tidak ada gejala KIPI, ia menghimbau agar masyarakat yang telah di vaksin tetap menerapkan protokol kesehatan tiga M yang selama ini di sosialisasikan yaitu Memakai masker ketika beraktifitas diluar rumah, menjaga jarak jika dikeramaian dan rajin mencuci tangan dengan air mengalir.

“Kehalalan sudah teruji, keamanan sudah, jadi ini bagian ikhtiar untuk melawan Covid-19, tetapi bukan berarti setelah divaksin protokol menurun, protokol harus ketat, kalau sudah 70 persen di Indonesia ini divaksin, nah kita lihat apa yang terjadi, bagaimana imunitasnya,” papar Bunda PAUD  Bombana ini.

Ditempat yang sama,  Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulawesi Tenggara sekaligus Ketua Partai Golkar Kabupaten Bombana, Heryanto Ahmad Nompa SKM mengatakan saat ini banyak tenaga kesehatan yang telah gugur dalam penanganan Covid-19 olehnya itu ia berharap masyarakat memberi dukungan dan membantu tugas mereka.

“Salah satunya kita harapkan masyarakat bersedia untuk divaksin,” Ujar Pencetus Program Satu Desa Satu Perawat itu.

Sementara itu, Sukaji Ramang yang mewakili pelaku seni dan generasi milenial Kabupaten Bombana juga mengungkapkan tidak merasakan efek dari Vaksin Sinovac yang baru saja disuntikkan padanya, sambil bercanda ia mengatakan lebih sakit proses khitan dari vaksinasi tersebut.

“Tidak apa-apa, malah lebih sakit sunat,” singkat Sukaji Ramang.

 

Pewarta : Muh. Adnan

 

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA