oleh

BEM FITK UHO Desak Pemerintah Kedepankan Pembinaan Terhadap Penambang Pribumi

Kendari, HarapanSultra.COM  | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Teknologi dan Kebumian (FTIK) Universitas Haluoleo Kendari mendesak agar Pemerintah memberikan kesempatan berusaha yang seluas-luasnya bagi pengusaha pribumi atau lokal Sulawesi Tenggara yang bekerja di bidang pertambangan serta mengedepankan pembinaan agar mereka mampu bersaing dan tidak melakukan pelanggaran terhadap regulasi pertambangan.

Kepada awak media, Ketua BEM FTIK Universitas Haluoleo, Irfan Tato, Senin (29/3/2020) mengatakan keterlibatan pengusaha lokal dibidang pertambangan terbukti efektif mengurangi angka pengangguran dengan terbukanya berbagai lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar areal pertambangan.

“Keterlibatan pengusaha lokal pada akhirnya diharapkan mampu membantu pemerintah dalam upaya pemerataan pembangunan kepada masyarakat,” ujar Irfan Tato.

Ia menjelaskan setelah mengamati berbagai pemberitaan dari media di Sulawesi Tenggara beberapa hari belakangan ini terkait pertambangan yang mengulas dugaan upaya kriminalisasi terhadap salah satu pengusaha tambang lokal dimana pemerintah dinilai tidak mengedepankan upaya pembinaan namun justru lebih mendorong pada penindakan hukum .

“Hendaknya pembinaan dikedepankan sebelum dilakukan penindakan hukum,” jelas Irfan

Irfan mengharapkan agar Pemerintah dan aparat penegak hukum dapat memberikan perhatian serius dengan menindak para oknum yang berupaya melakukan dugaan kriminalisasi yang dapat merugikan kepentingan pengusaha lokal dengan dalih penerapan Undang Undang Cipta Kerja.

“Kami sebagai masyarakat pribumi tentunya tidak akan membiarkan jika terjadi upaya dugaan kriminalisasi terhadap pengusaha lokal, ” tandasnya. (SP).

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA