
Bombana, Harapansultra.COM | — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana menunjukkan dukungan aktif terhadap pelaksanaan program Car Free Day (CFD) yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Bombana di kawasan Alun-Alun Masjid Raya Rumbia. Kehadiran personel BPBD di tengah aktivitas masyarakat dimanfaatkan tidak hanya untuk pengamanan dan pemantauan situasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi kebencanaan dan kampanye kepedulian lingkungan kepada warga, Minggu pagi.
Kegiatan Car Free Day yang berlangsung setiap akhir pekan tersebut kembali dipadati masyarakat dari berbagai kalangan. Warga memanfaatkan area CFD untuk berolahraga, menikmati kuliner lokal, hingga bersantai bersama keluarga di ruang terbuka publik yang kini menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kabupaten Bombana.
Di tengah keramaian itu, personel BPBD tampak aktif berinteraksi dengan masyarakat. Selain melakukan pemantauan kondisi di lapangan, mereka juga memberikan edukasi ringan terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi bencana, khususnya banjir di kawasan perkotaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bombana mengatakan kehadiran BPBD dalam kegiatan CFD merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah sekaligus bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai mitigasi bencana.
“Kami mendukung penuh pelaksanaan Car Free Day yang diinisiasi pemerintah daerah. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan nyaman, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan demi mencegah banjir dan potensi bencana lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan edukasi di ruang publik seperti CFD dinilai lebih efektif karena masyarakat dapat menerima informasi dalam suasana santai dan lebih terbuka. Melalui interaksi langsung, BPBD berharap masyarakat semakin memahami bahwa kesiapsiagaan bencana dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Ia menjelaskan, kawasan perkotaan yang bersih dan tertata akan membantu mengurangi risiko penyumbatan drainase yang sering menjadi salah satu penyebab genangan air saat hujan deras. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penanggulangan bencana.
Suasana CFD di Alun-Alun Masjid Raya Rumbia tampak hidup sejak pagi hari. Anak-anak, remaja, hingga orang tua memadati kawasan tersebut untuk berolahraga ringan seperti jogging, senam bersama, dan bersepeda. Di sisi lain, pelaku usaha kecil dan pedagang kuliner lokal juga memanfaatkan momentum itu untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kehadiran BPBD di tengah aktivitas warga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga merasa lebih nyaman dan aman dengan adanya petugas yang siaga di area publik, terutama di lokasi yang ramai dikunjungi keluarga dan anak-anak.
Sejumlah warga mengaku kegiatan CFD tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga dan pemerintah daerah. Kehadiran instansi pemerintah dalam suasana yang lebih santai dinilai mampu mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bombana sendiri terus mendorong pelaksanaan CFD sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang sehat, aman, dan produktif. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat partisipasi publik dalam menjaga lingkungan dan ketertiban kota.
BPBD menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun budaya sadar bencana. Karena itu, edukasi kebencanaan tidak hanya dilakukan dalam situasi darurat, tetapi juga melalui pendekatan persuasif di ruang-ruang publik yang mudah dijangkau masyarakat.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga saluran air tetap bersih sangat berpengaruh dalam mengurangi risiko bencana,” tambahnya.
Selain melakukan edukasi, personel BPBD juga tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi darurat selama kegiatan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat agar seluruh rangkaian CFD berjalan aman dan tertib.
Kegiatan CFD di Bombana kini berkembang menjadi salah satu agenda rutin yang dinanti masyarakat setiap akhir pekan. Selain menghadirkan suasana kota yang lebih hidup, kegiatan ini juga menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat dan nyaman.
Melalui dukungan aktif BPBD dan instansi lainnya, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap Car Free Day tidak hanya menjadi kegiatan olahraga semata, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.









