
MUBAR, HarapanSultra.COM | Badan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Muna Barat (Mubar) gelar orientas Tim Pendamping Keluarga (TPK) bertempat di Desa Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, kamis, (30/6/2022).
Kegiatan yang bertujuan memberi edukasi dalam rangka pencegahan stunting, gizi buruk, dan resiko kehamilan ini dilaksanakan selama 5 hari, mulai dari tanggal 27 Juni – 1 Juli 2022 mendatang, dengan sasaran 81 Desa, dimana masing-masing Desa di ikuti 3 peserta yang terdiri dari tim penggerak PKK Desa (Ibu Desa), Bidan Desa, dan Kader Keluarga Berencana (KB).
“Tim pendamping keluarga ini kita hadirkan dari tiga kelompok ini karena merekalah yang tau keadaan masyarakat di desanya,” jelas Kabid KB, Wa Ode Siti Amziah.
Wa Ode Siti Amziah mengatakan TPK merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah kepada masyarakat untuk mengenali dan mencegah sejak dini penyakit stunting disuatu daerah. Tim tersebut bertugas melakukan pendampingan dengan memberi edukasi dan informasi kepada untuk memaksimalkan pencegahan kasus stunting, gizi buruk, dan resiko kehamilan sejak dini.
“Kita bentuk tim setiap desa. Mereka ini nantinya akan terus mengedukasi masyarakat dan melaporkan kepada pemerintah daerah melalui DP2KB. Jadi kita tim kabupaten hanya memonitoring tim ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas BPPKB, La Ode Andi Muna ini mengungkapkan bahwa program tersebut adalah program pemerintah dalam buat guna melindungi dan mensejahteraan masyarakat.
Untuk itu sebelum melakukan pendampingan tim yang telah dibentuk itu, akan diberi edukasi terlebih dulu agar nantinya dapat memahami tugas pokok yang dimiki dan bisa memberi penyuluhan kepada keluarga terhadap pola hidup sehat dan lainnya.
“Kita bisa memahami keluarga yang kita damping karena baik tidaknya suatu masyarakat kita tergantung tim hari ini,” ungkapnya.
Ia Berharap masyarakat Muna Barat kedepan kehidupannya akan semakin lebih baik, karna majunya suatu daerah dapat dilihat pada kualitas hidup dan kekompakan dari masyarakatnya.
Lebih lanjut kata La Ode Andi Muna, dalam program pencegahan penyakit stunting, gizi buruk, hingga resiko kehamilan itu dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas keluarga. Untuk mencapai itu dapat dilakukan dengan menerapkan delapan fungsi keluarga yakni, fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, reproduksi, perlindunga, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.
“Kalau delapan fungsi keluarga ini diterapkan maka saya pastikan keluarga itu akan sejahtera dan terhindar dari penyakit stanting, gizi buruk, dan resiko kehamilan,” tandasnya.
Reporter: La Ode Amsir







