
Kolaka – PT. BPR Bahteramas Kolaka resmi mengoperasikan gedung kantor barunya setelah diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dalam seremoni yang digelar pada Kamis, 24 April 2025.
Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi penguatan lembaga keuangan daerah. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting seperti Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, Bupati Kolaka H. Amri, anggota DPR RI, DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, mantan Bupati Kolaka Ahmad Safei, serta jajaran direksi dan manajemen PT. BPR Bahteramas.
Gedung baru yang terletak di pusat Kota Kolaka ini dibangun sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Dengan arsitektur modern dan fasilitas yang lebih representatif, kantor ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi dalam pelayanan kepada nasabah.
Dalam sambutannya, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa kehadiran gedung kantor baru ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan lembaga keuangan lokal.
“Ini bukan hanya sekadar bangunan fisik. Ini simbol dari semangat kita untuk memperkuat ekonomi daerah melalui perbankan yang sehat, terpercaya, dan dekat dengan masyarakat,” kata Gubernur Andi.

Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dan daya saing di industri perbankan yang semakin kompetitif.
“Dalam kompetisi kompetitif ini, hanya bank yang memberikan layanan terbaik dan fasilitas terbaik yang akan menjadi pilihan masyarakat,” tegasnya.
Gubernur Andi juga menekankan pentingnya keyakinan dan komitmen dari internal lembaga keuangan sebelum mengajak masyarakat untuk mempercayakan dananya.
“Sebelum mengundang masyarakat untuk menyimpan uang, mari kita periksa dahulu apakah kita sendiri menyukai dan memiliki kepercayaan terhadap layanan perbankan yang kita jalankan,” ungkapnya.
Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sultra dan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional kantor baru tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama PT. BPR Bahteramas, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan yang mendukung ekonomi kerakyatan, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“BPR Bahteramas hadir untuk memberikan layanan keuangan yang lebih mudah dijangkau, khususnya oleh pelaku UMKM di wilayah Kolaka dan sekitarnya. Gedung baru ini kami persembahkan untuk masyarakat, sebagai bukti komitmen kami untuk terus berkembang bersama,” ujarnya.
Dengan kehadiran kantor baru tersebut, PT. BPR Bahteramas menargetkan peningkatan kapasitas layanan sekaligus memperluas jangkauan akses keuangan, yang selama ini menjadi tantangan utama di wilayah perdesaan dan pelosok Sulawesi Tenggara.
Langkah ini juga selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang mendorong inklusi keuangan sebagai instrumen pemerataan ekonomi. PT. BPR Bahteramas terus melakukan inovasi layanan berbasis digital, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga mitra.
Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si menyambut baik peresmian gedung baru tersebut. Ia mengatakan kehadiran fasilitas baru ini akan memperkuat sistem keuangan daerah dan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
“Kita harapkan BPR Bahteramas semakin memperluas akses permodalan, khususnya bagi pelaku UMKM, agar mereka bisa tumbuh dan bersaing di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kolaka H. Amri menyampaikan harapannya agar kehadiran kantor baru ini semakin mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat. “Ini menjadi peluang baru bagi masyarakat Kolaka untuk mendapatkan akses keuangan yang mudah dan terpercaya,” ucapnya.
Dengan peresmian gedung baru ini, PT. BPR Bahteramas Kolaka optimistis dapat memperkuat eksistensinya sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.
Peresmian gedung baru BPR Bahteramas ini menjadi penanda babak baru dalam perjalanan lembaga keuangan daerah, sekaligus refleksi dari semangat kolektif antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan layanan publik yang lebih baik dan berdaya saing.







