HarapanSultra.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus berupaya memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mengikuti kegiatan sosialisasi terkait pengadaan gabah dan beras tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Perum Bulog Cabang Bombana pada Kamis, 23 Januari 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan kelancaran pengadaan serta distribusi pangan. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana, Polres Bombana, Kodim 1431 Bombana, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), serta sejumlah petani dan stakeholder lainnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam sambutannya, Kepala Perum Bulog Cabang Bombana, Aang Fahri Hajad, SE, SH., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan petani dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa pengadaan gabah dan beras berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selain itu, kami juga ingin memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para petani dan stakeholder terkait mengenai sistem pengadaan dan distribusi beras agar tidak terjadi kendala di lapangan,” ujar Aang Fahri Hajad.

Sosialisasi ini juga membahas berbagai aspek teknis terkait prosedur pengadaan gabah, harga dasar yang ditetapkan pemerintah, serta strategi pengelolaan stok pangan guna mengantisipasi fluktuasi harga. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi dalam proses pengadaan gabah dan beras di tingkat lokal.

Selain itu, kegiatan ini juga menyoroti upaya pemerintah dalam mencegah potensi kelangkaan pangan dan lonjakan harga yang dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya koordinasi yang lebih baik antara petani, pemerintah, dan Bulog, diharapkan distribusi beras dapat berjalan lancar dan merata ke seluruh wilayah Bombana.

“Kami berharap adanya sinergi yang kuat antara seluruh pihak yang terlibat, sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan lebih optimal. Para petani juga harus mendapatkan kepastian harga dan kemudahan akses dalam menjual hasil panennya,” tambah Aang Fahri Hajad.

Sosialisasi ini menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bombana. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai tata kelola pengadaan gabah dan beras, diharapkan sektor pertanian di daerah ini semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi besar dalam menjaga stabilitas pangan nasional.