oleh

Bung Edy Ingatkan Pentingnya memiliki Data Yang Valid dan Terperinci Dalam Menangani Stunting.

Bombana,HarapanSultra, COM | Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Edy Suharmanto, mengungkapkan tekadnya untuk mengentaskan stunting di daerahnya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Menurut survei Sistem Survei Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022, prevalensi stunting di Bombana masih berada pada angka 35,3 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang sebesar 27,7 persen¹. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak anak di Bombana yang mengalami masalah kesehatan dan perkembangan akibat stunting.

Untuk menekan kasus stunting di Bombana, Edy meminta data riil penderita stunting di masing-masing wilayah. Termasuk penyebab anak stunting berdasarkan data yang akurat, bukan hanya sekadar asumsi. Hal ini disampaikan Edy Suharmanto beberapa waktu lalu.

“Kita harus punya data by name by address, siapa saja anak-anak yang stunting, di mana mereka tinggal, apa penyebabnya, dan apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka,” kata Edy.

Edy menekankan pentingnya memiliki data yang valid dan terperinci agar tim yang turun dapat langsung menangani masalah stunting di alamat yang tepat, bukan sekadar sosialisasi di kantor desa atau kantor kecamatan.

“Tidak semua kasus stunting disebabkan oleh kekurangan gizi. Terlebih, tim pakar juga menyampaikan bahwa, pemberlakuan kasus stunting dari satu anak dengan anak yang lain mungkin saja berbeda,” ungkapnya.

Penyebab stunting harus dipelajari dengan cermat. Sebab penting bagi pemerintah untuk memahami perbedaan penyebab stunting antar anak, agar bantuan yang diberikan sesuai dengan yang dibutuhkan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan stunting antara lain adalah rendahnya asupan gizi ibu hamil, infeksi berulang pada anak, sanitasi lingkungan yang buruk, dan kurangnya stimulasi psikososial.

Dengan data riil, Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri-RI.berharap dapat melakukan pendekatan yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak yang mengalami stunting. Edy menekankan bahwa bantuan yang diberikan harus disesuaikan dengan penyebab spesifik setiap kasus, bukan hanya memberikan bantuan umum seperti susu maupun telur saja.

“Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengatasi permasalahan stunting di Kabupaten Bombana. Kita harus bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan generasi Bombana yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” imbuhnya.(Advertorial)

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA