
Kendari, Harapansultra – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si menggelar acara buka puasa bersama di kediaman Bupati di Mandonga, Kendari, Minggu (2/3). Acara tasyakuran ini menjadi momen memperkuat kebersamaan dengan jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, dan keluarga setelah mereka kembali dari retret kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Sebanyak 150 tamu undangan hadir, termasuk Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., Plh. Sekda Bombana Dr. H. Sunandar A. Rahim, M.Kes., tokoh agama, serta perwakilan komunitas. “Ini bentuk syukur sekaligus ajang menyatukan hati di bulan suci,” ujar Bupati Burhanuddin saat menyambut tamu.
Acara dibuka dengan doa bersama dipimpin Ustadz Faisal Rahman, disusul hidangan khas Ramadan. Usai salat Maghrib berjamaah, suasana akrab terlihat saat Bupati dan Wakil Bupati menyapa tamu secara langsung. “Kebersamaan seperti ini mengingatkan kami bahwa pemimpin harus selalu dekat dengan rakyat,” kata Ahmad Yani.
Kegiatan ini menjadi lanjutan dari retret di Akmil Magelang yang fokus pada penyusunan program 100 hari kerja. “Retret memberi kami perspektif baru tentang pembangunan berbasis keamanan dan kearifan lokal,” jelas Burhanuddin. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan rencana kunjungan ke 22 kecamatan mulai pekan depan untuk memastikan program penanganan stunting dan bantuan UMKM tepat sasaran.
Sekda Sultra Asrun Lio mengapresiasi inisiatif ini. “Kolaborasi antardaerah dan provinsi adalah kunci memaksimalkan dampak pembangunan,” ujarnya. Dukungan serupa disampaikan Plh. Sekda Bombana Sunandar A. Rahim: “Masyarakat menanti aksi nyata, dan kami siap mendukung penuh.”

Di tengah obrolan santai, Bupati Burhanuddin menekankan pentingnya memanfaatkan Ramadan untuk merajut persatuan pascapilkada. “Mari kita maafkan kesalahan masa lalu dan fokus pada kerja bersama,” ajaknya. Pesan ini diamini Ketua Forum Ulama Bombana, KH. Mansur Alaydrus: “Ramadan adalah waktu tepat untuk membangun kepercayaan antara pemimpin dan rakyat.”
Acara ditutup dengan pembagian 200 paket sembako kepada warga kurang mampu sekitar kediaman Bupati. “Ini bentuk kepedulian kecil kami untuk meringankan beban di bulan penuh berkah,” ujar Ahmad Yani.
Warga setempat, Siti Marwah, menyebut acara ini “pembuka jalan dialog.” “Selama ini, kami hanya melihat Bupati di televisi. Hari ini, beliau mendengar langsung keluhan kami soal air bersih,” tuturnya. Kedekatan ini diharapkan menjadi awal dari transparansi kebijakan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bombana akan membuka posko pengaduan publik selama Ramadan di kantor kecamatan. “Setiap keluhan akan kami respons maksimal dalam 3×24 jam,” janji Burhanuddin.









