oleh

Desa Sandang Pangan Busel Kembangkan Kopi Rongi, Diferensiasi Produk Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Batauga, HarapanSultra.COM | Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa memiliki produk olahan kopi yang dikenal dengan Kopi Rongi Original 100%, Kopi ini merupakan salah satu warisan leluhur yang dikembangkan sejak dulu hingga saat ini.

Kepala Desa Sandang Pangan, Jumadil. Rabu (8/7/2020) mengatakan Mayoritas masyarakat Desa Sandang Pangan adalah petani kopi yang jumlahnya kurang lebih 200 sampai 300 petani, disamping itu Desa Sandang Pangan terlatak di atas ketinggian 200 mdpl dan sangat cocok untuk pengembangan kopi jenis Robusta (dataran rendah).

Ia menyebut Kopi Jenis Robusta ini oleh pemuda-pemudi Desa Sandang Pangan yang tergabung dalam salah satu unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Lamando Jaya dikembangkan dengan membuat olahan produk Kopi Original 100% yang dilengkapi dengan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga(SPP-IRT) dengan nomor. 535/004/XII/SPP-IRT/2019 yang dibuat oleh Dinas Kesehatan Buton Selatan dan dikeluarkan di Batauga sejak Tanggal 7 Desember 2018.

” Proses olahan kopi ini dari biji menjadi bubuk yang dibungkus dalam bentuk kemasan melalui proses sangrai memunculkan semangat dan motivasi bagi kelompok tani dalam melakukan perawatan, pemupukan hingga pemetikan buah karena hal ini sangat memudahkan petani untuk menjual kopi hasil panennya,” Sebutnya.

Kepala Desa yang akrab disapa La Yadi itu, mengatakan Kopi Rongi diproduksi guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja melalui Badan Usaha Milik Desa LAMANDO JAYA.

Bentuk Kemasan Kopi Rongi
Bentuk Kemasan Kopi Rongi

Untuk itu ia berharap agar produksi Kopi Rongi Original 100% semakin ditingkatkan dan budidaya kopi agar tetap menjadi potensi unggulan desa dan sekaligus menjadi produk unggulan Kabupaten Buton Selatan.

“Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa juga berharap agar cita rasa khas kopi Rongi tetap dipertahankan dan dapat membangun akses pemasaran baik di wilayah Jazirah PulauĀ  Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara maupun seluruh masyarakat Indonesia,” Harapnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Lamando Jaya, Ambodi merinci Selama proses pengolahan kopi Rongi tersebut, sudah ribuan liter kopi masyarakat yang dibeli oleh unit Badan Usaha Milik Desa dan proses pengolahan kopi juga dapat memberdayakan masyarakat karena setelah biji kopi dibeli, maka untuk proses sangrai per liternya bekerjasama dengan masyarakat yang sudah berkompoten yang kemudian digaji sebesar Rp. 10.000,-/Liter.

” Prodak Kopi Original 100% selain memberdayakan kelompok masyarakat sebagai penopang ekonomi keluarga juga memberikan pendapatan lebih oleh pengelola unit usaha sebagai pelaku hingga memiliki kontribusi untuk pengembangan serta pembangunan Desa dengan memberikan PAD Desa untuk Tahun 2020 sebesar Rp 3.223.500,” Rincinya.

Sementara itu, Ramadhan. salah satu penikmat kopi yang juga berprofesi sebagai Barista mengatakan bahwa Produk kopi Original 100% sejak Desember 2018 hingga saat ini tetap diproduksi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Lamando Jaya dengan tetap memperhatikan kualitas rasa.

“Rasa kopi Rongi ini memiliki kandungan zat asam yang menonjol dan juga rasa kopi yang tertinggal dimulut setelah diminum serta memiliki rasa khas yaitu semi arabika karena ada sedikit manisnya,” Imbuhnya

Untuk diketahui Kopi Rongi Original 100% juga telah mengikuti pameran EXPO TRISAKTI TOURISM AWARD 2019 di Grand Sahid Jakarta oleh Dinas Ketahanan Pangan Buton Selatan pada tanggal 27-29 Juni 2019 juga dipamerkan pada saat memperingati Hari Pangan Se Dunia di Kendari pada hari Sabtu, 2 November 2019 serta Event yang bertajuk Kopi Rongi Expo yang digelar di Desa Sandang Pangan, Selasa 3 Maret 2020 oleh Himpunan Pelajar Mahasiswa Rongi (HIPERMAR).

Pewarta : Abady Makmur

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA