oleh

Disayangkan, Rapat Bahas Banjir Kabaena, Anggota DPRD Bombana Kompak Alpa

Rumbia, HarapanSultra.COM | Lembaga Swadaya Masyarakat Pemersatu Barisan Anti Korupsi (LSM-Perisai) Kabupaten Bombana menyayangkan sikap kompak sebagian besar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana yang tidak hadir saat rapat kerja bersama Pemerintah Kabupaten dengan agenda membahas persoalan banjir Kabaena dan penanganannya, Selasa (19/1/2021) di Aula Kantor DPRD setempat.

Kepada media HarapanSultra.COM, Rabu (21/1/2021) Ketua Divisi Investigasi LSM Perisai, Ansar Achmad, mengatakan sikap sebagian besar anggota DPRD Bombana itu tidak menunjukkan sikap peduli terhadap musibah yang dialami masyarakat Kabaena.

Ia menyebut kehadiran Anggota DPRD sebagai penyambung suara dan pembela masyarakat sangat diharapkan, terlebih lagi dugaan penyebab terjadinya banjir yang diduga kuat akibat penambangan nikel secara masif tanpa memperhatikan faktor keselamatan dan pelestarian  lingkungan itu melibatkan korporasi besar.

“Kalau dulu LSM Perisai minta DPRD Bombana belajar ber DPRD, sekarang saya mau sampaikan agar mereka belajar lagi bagaimana peka terhadap penderitaan masyarakat yang terkena musibah seperti di Kabaena itu,” Ujar Ansar Achamad

Ansar menilai musibah banjir di Kabaena hingga merendam ratusan rumah merupakan persoalan serius dan menyangkut kesalamatan manusia sehingga rapat terkait hal itu sejatinya merupakan agenda prioritas dan mendesak bagi DPRD.

“Alasan apaun untuk tidak menghadiri agenda rapat penting itu, sebagai masyarakat tidak dapat kami terima,” tuturnya

ansar ahmad, Ketua Divisi Investigasi LSM Perisai
ansar ahmad, Ketua Divisi Investigasi LSM Perisai

Untuk itu, ia mengharapkan agar Anggota DPRD Bombana dapat memberikan contoh dan pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat dan memastikan bahwa keselamatan masyarakat khususnya di Kabaena yang terancam musibah yang lebih parah dikemudian hari jika tidak disikapi secara serius menjadi lebih penting dari agenda politik apapun.

“Harusnya malu jadi anggota dewan, jika masyarakat terkena musibah akibat dugaan tambang yang amburadul begitu kita tidak mampu hadir dan membela mereka,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD Bombana. Iskandar, membenarkan bahwa rapat dengan agenda membahas musibah banjir Kabaena hanya dihadiri sebagian kecil anggota DPRD, kendatipun seluruh anggota DPRD telah disurati sehari sebelumnya dan rapat tersebut juga merupakan aspirasi yang berkembang dan merupakan kesepakatan bersama saat rapat Paripurna Pembentukan Tim Reses.

“Yang jelas teman teman DPRD semua sudah disurati terkait rapat itu dan itu merupakan agenda yang disepakati bersama,” Singkat Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Bombana itu.

Pantauan awak media ini, rapat bersama Pemerintah Kabupaten Bombana dari unsur DPRD hanya dihadiri Ketua DPRD Arsyad, Wakil Ketua DPRD Iskandar, Anggota DPRD dari PKB, Nasaruddin, Anggota DPRD Nasdem Ashari Usman, Anggota DPRD dari PAN, Andi Firman sedangkan dari unsur jajaran Pemkab hadir Kepala Pelaksana BPBD beserta dua Kabidnya, Kadis Kesehatan, Sekretaris Dinas PUPR beserta Kabid, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup beserta beberapa Kabid terkait.

Adapun hasil rapat tersebut disepakati, bakal dilakukan pemanggilan kepada seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di pulau Kabaena untuk didengarkan penjelasannya. (IS)

BACA JUGA BERITA MENARIK LAINNYA