
Bombana, Harapansultra.COM | – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan mendorong penguatan pengasuhan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Zoom Meeting bertajuk “Gerak Bersama untuk 1000 HPK: Dari Advokasi ke Aksi Perubahan Perilaku” yang melibatkan lintas sektor dan pemangku kepentingan daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor BAPPEDA Kabupaten Bombana, Rabu, 8 April 2026.
Kegiatan ini diikuti Kepala OPD KB Kabupaten Bombana beserta jajaran, serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan mitra terkait, di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, PKB Rumbia, dan TPK Rumbia.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya nasional dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan pola pengasuhan keluarga pada masa 1.000 HPK, yang dinilai sebagai fase paling penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Program ini diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Plan International Indonesia melalui Program PARENTS. Dalam program tersebut, telah disusun Modul Advokasi Pengasuhan 1000 HPK dan Buku Panduan Implementasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Sosial (KPPS).
Kedua dokumen itu menjadi pedoman bagi kader, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong praktik pengasuhan yang sehat, aman, dan berkualitas di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum diseminasi Modul Parents Project sebagai bentuk penguatan Program Bina Keluarga Balita (BKB) yang dijalankan melalui kolaborasi antara BKKBN dan Plan International Indonesia.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menegaskan bahwa penguatan pengasuhan pada periode 1.000 HPK merupakan langkah strategis dalam mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Menurutnya, keberhasilan program penurunan stunting tidak hanya bergantung pada intervensi kesehatan, tetapi juga dipengaruhi pola asuh keluarga, keterlibatan orang tua, serta dukungan lingkungan sosial yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
Plt. Kepala DPPKB Kabupaten Bombana, Drs. Budiman, M.M, mengatakan penguatan pengasuhan pada periode 1.000 HPK menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
“Penguatan pengasuhan di 1.000 HPK menjadi bagian penting dalam mendukung program prioritas Kemendukbangga seperti GENTING, TAMASYA, GATI, dan SIDAYA. Keberhasilan program sangat ditentukan oleh gerak di lapangan. Jangan berhenti pada tahap advokasi, saatnya kita bergerak ke aksi nyata,” kata Budiman.
Ia menambahkan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak melalui pendekatan lintas sektor agar implementasi program dapat berjalan lebih efektif hingga tingkat desa dan keluarga.
“Melalui pendekatan lintas sektor, baik pemerintah desa maupun masyarakat diharapkan dapat memperkuat implementasi program di lapangan. Upaya penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja cepat, terarah, dan mampu memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Budiman menegaskan, peran ayah dan ibu sangat penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki kualitas sumber daya manusia unggul di masa mendatang.
Menurutnya, pengasuhan yang optimal sejak awal kehidupan akan menentukan kualitas tumbuh kembang anak, termasuk aspek kesehatan, kecerdasan, hingga karakter sosial di masa depan.
Pemerintah Kabupaten Bombana berharap komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader keluarga, dan masyarakat dapat memperkuat upaya penurunan stunting secara berkelanjutan.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, diharapkan lahir generasi anak Bombana yang sehat, mendapatkan kasih sayang optimal dari keluarga, serta tumbuh menjadi sumber daya manusia yang mampu bersaing di masa depan.









