Poleang Tengah, HarapanSultra.comĀ  – Kebakaran hebat melanda Desa Paria, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana, pada Sabtu (18/1/2024) sekitar pukul 11.45 WITA. Api dengan cepat menghanguskan dua rumah warga, menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp110 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pertama mengalami kerugian sekitar Rp60 juta, sementara korban kedua mengalami kerugian Rp50 juta. Dugaan sementara, kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik yang memicu percikan api dan dengan cepat menjalar karena kondisi cuaca panas serta bahan bangunan yang mudah terbakar.

Warga yang melihat kepulan asap langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Aparat desa dan kepolisian setempat turut membantu upaya pemadaman. Namun, api baru dapat dikendalikan setelah dua rumah tersebut hangus terbakar.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap musibah ini, Dinas Sosial Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan bagi para korban. Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok seperti sembako, perlengkapan tidur, dan peralatan rumah tangga guna membantu meringankan beban warga terdampak.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa warga Desa Paria. Bantuan yang kami berikan diharapkan bisa sedikit meringankan beban para korban dan membantu mereka untuk bangkit kembali,” ujar Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bombana, Andi Matahari, saat menyalurkan bantuan.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Paria juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dan warga dalam membantu korban kebakaran.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan baik dari pemerintah maupun masyarakat. Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama akibat korsleting listrik,” kata Sekretaris Desa Paria, Sudirman.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing. Pemerintah setempat mengimbau warga agar rutin memeriksa kondisi kabel listrik serta menghindari penggunaan peralatan elektronik berlebihan yang dapat memicu hubungan arus pendek.