
Bombana, HarapanSultra.COM | Kabar Gembira kini hadir buat pelaku industri gula aren di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya usaha pengolahan gula semut.
Pasalnya peluang pasar internasional menanti dan tidak tanggung-tanggung ada 5 negara siap menerima komoditi gula semut asal Bombana.
Untuka pasar dalam negeri mayoritas konsumen gula aren dari kalangan ekonomi menengah keatas.
Hal itu terungkap dari pelatihan bisnis online ekspor yang diprakarsai oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonseia Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag kerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra. Pelatihan berlangsung selama tiga hari di Kota Kendari.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra Hj. ST. Saleha, SE.MM.melalui Grup Whatshap Rukun Keluarga Moronene (RKM) mengungkapkan rasa optimisnya dengan melihat potensi pasar yang cukup besar dimana gula semut siap diterima di 5 negara.

“ Alhamdulillah gula aren semut Arenka sudah 5 negara yang minta dengan kebutuhan sebanyak 2.5 ton. Mudah-mudahan bisa di penuhi permintaan 5 negara ini,” tulisnya, Jumat (17/9/2021).
Siswanto salah satu pengusaha yang bergerak pada komoditas ekspor gula semut mengaku kewalahan memenuhi permitaan pasar yang cukup tinggi.
Tawaran kerja sama kini mulai berdatangan dari pelaku IKM yang bergerak disektor usaha gula semut.
“Kami kewalahan ini memenuhi permintaan, Nanti kerja sama dengan Siswanto untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.
Ferawati, S.I.P. yang akrab disapa Fera pemilik salah satu sentra Oleh-oleh Super Store Bombana mengungkapkan, Konsumen yang selama ini menjadi langganannya mereka menggunakan gula semut sebagai pemanis untuk kopi
Selain itu ada juga untuk tambahan citarasa masakan khususnya ibu-ibu yang bergerak sektor usaha kuliner atau pangan olahan lainnya.
“Dengan permintaan yang cukup tinggi untuk pasar ekspor pada 5 negara tujuan merupakan potensi dan prospek yang cukup menggembirakan bagi pelaku IKM gula semut,” ujarnya.
Ia berharap dengan peluang ini dapat dilirik oleh kaum milenial khususnya putra-putra Bombana yang sejak ratusan tahun silam kesohor dengan pruduksi gulanya khususnya gula aren.
Sementara itu, Salah satu tokoh masyarakat Bombana, yang saat ini sedang mengawal implementasi undang undang Desa di Kabupaten Buton selatan, Abady Makmur, S.IP, S.H mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresasi kerja kerja Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Hj. Sitti Saleha,SE,M,Si dalam membina dan membuka pangsa pasar gula semut hingga internasional.
” Sebagai warga Bombana saya sangat mengapresasi kerja kerja Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah membangun jejaring dalam rangka menghubungkan antara konsumen gula semut dengan petani tradisonal khususnya masyarakat yang kegiatanya sebagai produsen gula aren,” katanya.
Langkah yang dilakukan oleh mantan Pj. Bupati Bombana itu kata Bang AM akan menjadi awal kebangkitan Ekonomi Desa dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
“Kami mengharapkan perhatian dari berbagai pemangku kebijakan utamanya Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa dengan berkolaborasi dalam menyusun perencanaan untuk mengembangkan tanaman aren terutama di Kabaena.” Pungkasnya. (Red).
.







