Raha, Harapan Sultra.COM | Menghadapi Pemilihan UmumĀ  Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Anggota Legislatif Tahun 2019, Komando Distrik Militer (Kodim) 1416/Muna mulai memperketat pengamanan yakni dengan melakukan operasi intelejen dengan mencari informasi terkait hal hal yang dianggap bisa menggagalkan Pemilu Tahun 2019 mendatang.

Dandim 1416 Muna Letkol Inf. Idris Hasan saat ditemui diruangan kerjanya menuturkan, ada beberpa operasi yang telah dilaksanakan semenjak pilkada serentak sebelumnya dan untuk pengamanan menjelang pemilu 2019 juga dilakukan operasi intelejen untuk mencari informasi terkait hal-hal yang dapat menggagalkan pemilu itu sendiri termasuk berita hoaks yang dapat memprovokasi masyarakat.

Disamping itu lanjut Idris Hasan terdapat pula operasi teritorial yang merupakan operasi cipta kondisi yang dilakukan oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) masing-masing wilayahnya untuk menjaga keamanan ketertiban masyarakat, selanjutnya juga disiapkan satuan cadangan manakala ada penonjolan situasi atau indikasi terjadinya kerusuhan atau sebagainya diwilayah hukum Kodim 1416 Muna

“Kita bekerja sama dangan pihak polres untuk melakukan kegiatan patroli disamping kegiatan intelejen yaitu mencari informasi terkait yang dapat menggagalkan pelaksanaan pemilu itu sendiri,” ucap Idris Hasan.

Pada prinsipnya kegiatan teritorial dan cipta kondisi dilakukan untuk meyakinkan masyarakat agar tidak terpicu hal-hal yang bisa merusak ketertiban dalam bermasyarakat dengan berbagai macam strategi yang dilakukan oleh oknum yang punya kepentingan untuk memecah belah persatuan di masyarakat.

Kesiapan Kodim, sejak pilkada serentak baru-baru ini hingga menjelang pemilu 2019 tetap menjadi prioritas untuk menjaga kedaulatan negara, walaupun terdapat Kendala jarak wilayah kepulauan tetapi hal itu bukan menjadi masalah berarti buat personil Kodim 1416 Muna.

“Damai itu indah sebisa mungkin hindari konflik baik antara perorangan atau kelompok.” Pungkasnya

Pewarta : Borju