Kendari,HarapanSultra, COM / – Di tengah gemerlapnya modernisasi, ada sosok yang dengan gigih mempertahankan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara. Dia adalah Kaka Younk, nama yang mungkin belum familiar di telinga sebagian orang, namun di kalangan pecinta seni dan budaya di Bombana, ia adalah bintang yang bersinar terang.

Salah satu pencapaian terbesar Kaka Younk atau dengan nama asli Abdul Halim, SE, adalah perannya sebagai salah satu koreografer dalam penampilan tari Lumense, tarian adat asal Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana. Tarian ini berhasil memukau pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 di Istana Merdeka, Bogor, pada tahun 2022, di mana 100 siswa turut ambil bagian. Peran Kaka Younk sebagai koreografer dalam penampilan tersebut mendapat apresiasi luas, menjadikannya salah satu tokoh sentral dalam pelestarian budaya lokal.

Sebagai seorang koreografer, Kaka Younk bukan hanya menitikberatkan pada keindahan gerak dan harmoni tari, tetapi juga pada bagaimana setiap gerakan mampu menyampaikan pesan budaya dan nilai-nilai tradisional yang terkandung di dalamnya. Tari Lumense, misalnya, bukan sekadar tarian, tetapi merupakan representasi dari sejarah dan kehidupan masyarakat Kabaena, yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Pada tahun 2024, Kaka Younk kembali mendapat kepercayaan besar. Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana menugaskannya sebagai koreografer (Pelatih 2) untuk persiapan tari yang akan dibawakan oleh 40 penari dan penabuh dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus mendatang. Tugas ini diakuinya sebagai sebuah tantangan besar, mengingat kali ini ia harus melatih remaja putri yang memiliki dinamika berbeda dengan anak-anak yang biasa ia latih.

“Penari lulo alu yang biasa saya hadapi adalah usia anak-anak, jadi agak mudah melatihnya. Tapi kali ini remaja putri yang kadang fokusnya terbagi-bagi, membutuhkan kesabaran yang cukup ekstra. Jadi dapat tantangannya, dapat juga pusingnya,” ucapnya dengan tawa ringan ketika diwawancarai pada Kamis (08/08/2024).

Meski dihadapkan dengan tantangan yang tidak ringan, Kaka Younk tetap optimis. Dengan jadwal latihan yang padat, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA setiap harinya, ia yakin tim tari yang dipimpinnya akan mampu memberikan penampilan terbaik. Sejak 8 Juli 2024, tim penari sudah berlatih secara intensif di gedung aula Bahteramas, kompleks kantor gubernur Sulawesi Tenggara. Kaka Younk menyebutkan bahwa persiapan sudah mencapai 80 persen, dan ia berharap upaya ini akan membuahkan hasil yang maksimal pada saat puncak acara.

Sebagai seorang yang lahir dan besar di Pulau Kabaena, Kaka Younk tidak hanya fokus pada tugas yang dihadapinya saat ini. Ia juga memiliki visi yang lebih besar untuk pelestarian budaya di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, tarian-tarian tradisional dari pulau-pulau kecil lain di Bumi Anoa memerlukan perhatian dan pembinaan yang serius dari pemerintah daerah. Hal ini penting agar budaya lokal tidak tergerus oleh arus modernisasi yang semakin kuat.

“Mari lestarikan budaya daerah setempat. Kegiatan kebudayaan bukanlah hal yang kuno. Justru merupakan hal yang harus terus kita lestarikan agar keindahan dan keharmonisannya tetap terjaga. Hal yang harus terus dipupuk agar tetap tumbuh bersama perkembangan dunia modern,” ujar Kaka Younk.

Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif dalam melestarikan budaya lokal. Menurutnya, pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama yang harus dipikul oleh semua pihak, termasuk anak-anak muda yang merupakan penerus warisan budaya.

Di balik dedikasinya, Kaka Younk tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, khususnya kepada Ibu Anisa Sri Prihatin, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata Bombana, yang selalu mempercayakannya sebagai koreografer dan pelatih dalam berbagai kegiatan pariwisata di Kabupaten Bombana

Kaka Younk, dengan semangat dan dedikasinya, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Bombana pun mengalir untuknya, agar ia dapat terus memberikan penampilan terbaik yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bombana.

Kaka Younk, sang maestro yang dengan tulus mengabdikan dirinya untuk seni dan budaya, membuktikan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan, menciptakan harmoni yang indah di tengah perubahan zaman.